Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI H-7 lebaran Rabu (3/4), arus kendaraan mudik lebaran meningkat tajam di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (3/4) ribuan kendaraan arus mudik lebaran memasuki jalur Pantura Jawa Tengah. Kendaraan pribadi mendominasi ruas jalan berplat nomor polisi dari wilayah Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Sumatra dengan beban barang diatas kabin terus bergerak ke arah timur (Semarang) dan ke arah selatan (Purwokerto/Yogyakarta).
Bahkan kendaraan pemudik roda dua juga mulai terlihat dengan beban barang diletakkan di bagian depan dan belakang jok juga mulai melintas, sebagian terlihat berhenti di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di sepanjang Pantura Brebes-Semarang maupun di beberapa bahu jalan untuk beristirahat.
Baca juga : Destinasi Wisata Tersebar di Jalur Mudik
Kendaraan pemudik di Jalur Pantura Jawa Tengah mulai terpecah ketika memasuki Tegal yakni sebagian menuju ke arah selatan (Purwokerto) dan sebagian tetap melanjutkan ke arah timur (Semarang), demikian juga memasuki Weleri, Kabupaten Kendal beberapa pemudik mengarah ke jalur alternatif menuju ke selatan (Temanggung, Wonosobo dan Magelang).
Meskipun belum melonjak, peningkatan jumlah kendaraan arus mudik juga mulai terlihat di ruas Jalan Tol Trans Jawa dan terpantau masih lancar, namun Direktur Utama PT Trans Marga Jawa Tengah Prajudi mengingatkan secara keseluruhan area ruas tol Jateng menjadi titik tengah dan merupakan titik lelah terutama pada ruas Batang-Semarang dan Semarang-Solo.
Pada arus mudik ini, lanjut Prajudi, ada kenaikan jumlah kendaraan melintas Tol Trans Jawa di Jawa Tengah sekitar 1%-1,5% dibandingkan tahun sebelumnya, namun lonjakan arus kendaraan pemudik tetap diwaspadai dengan berbagai persiapan termasuk diantaranya membuka penuh seluruh gerbang tol seperti di Kalikangkung, Kota Semarang.
Baca juga : Pemudik Nataru Mulai Masuk Pantura Jawa Tengah
"Dari sore saya sudah bergerak, tadi sahur di jalan dan menjelang pagi sudah memasuki Brebes, meskipun padat tapi lancar," kata Rudi, 23, seorang pemudik dengan sepeda motor dengan tujuan Salatiga ditemui di Cisanggarung, perbatasan Jabar-Jateng.
Hal serupa juga diungkapkan Indah, 45, warga Semarang mengaku mudik lebih awal dari Tanggerang karena menghindari kemacetan, selain itu pekerjaan sebagai pemilik usaha alumunium sudah libur.
"Ini saya pulang bersama karyawan saya yang semua dari Jawa Tengah, bawa mobil dua beriringan," imbuhnya.
Baca juga : 60 Ribu Kendaraan Bakal Lintasi Gerbang Kalikangkung
Menghadapi lonjakan kendaraan pemudik lebaran, Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan menyiapkan posko pengamanan (pospam) di beberapa titik strategis dan pusat keramaian serta jalur alternatif untuk memecah arus kendaraan di dalam kota.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan Restu Hidayat mengatakan selain sejumlah pospam, kita siapkan jalur alternatif yakni Jalan Gajah Mada masuk ke Jalan Pemuda dan Jalan Hayam Wuruk. Alternatif kedua yakni melalui Jalan Manggis kemudian Jalan Salak - Jalan Seruni sampai Batang.
"Kita juga telah pasang CCTV di 32 titik sepanjang jalur mudik dan di setiap traffic light untuk memantau pergerakan arus mudik," ujar Restu Hidayat.
Baca juga : Waspadai Cuaca Ekstrem Jalur Mudik di Jawa Tengah
Kepala Satuan Lalulintas Polres Grobogan Ajun Komisaris Tejo Suwono mengungkapkan jalur mudik sepanjang Semarang-Grobogan cukup berat berat dilintasi kendaraan pemudik karena banyaknya jalan masih mengalami kerusakan dan berlubang dengan diameter 20-50 centimeter dengan kedalaman 10 centimeter sehingga membahayakan pengendara dan penumpang.
Selain jalan rusak dan adanya titik jalur miring Penawangan-Purwodadi, lanjut Tejo Suwono, juga perlu mendapat perhatian kepada pemudik yang melintas untuk mewaspadai titik silau senja (blank spot) sepanjang ruas tersebut.
"Kita telah dirikan pospam di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan," imbuhnya. (Z-3)
SEJUMLAH pemudik yang melintasi Jawa Tengah (Jateng) pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 memberikan apresiasi terhadap kondisi infrastruktur jalan serta layanan yang disiapkan.
DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi pada 24 Maret 2026.
Jasa Marga mencatat rekor arus mudik tertinggi sepanjang sejarah pada Lebaran 2026 dengan total 270.315 kendaraan. Simak info rekayasa lalin dan jadwal diskon tarif tol di sini.
ARUS mudik jalur arteri nasional di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat menuju arah Timur ke Jawa Tengah meningkat signifikan. Satuan Lalu lintas berlakukan 24 kali sistem one way
Lebih dari 100 ribu pemudik mengikuti Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 yang secara resmi dilepas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/3).
Pemudik beristirahat di bahu jalan di Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan berlangsung pada Selasa (24/3/ 2026).
Penjualan tiket kereta Lebaran 2026 mencapai 4 juta lebih atau 89,6%. KAI menyebut arus balik masih tersedia dengan ratusan ribu kursi tersisa.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
Diskominfosantik Kabupaten Bekasi memasang jaringan WiFi dan CCTV di Posko Terpadu Gedung Juang Tambun Selatan guna mendukung pemantauan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved