Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN masih awal, namun berbagai daerah di pantura, Jawa Tengah sudah mulai mempersiapkan berbagai objek wisata unggulan untuk menyambut pemudik yang melintas.
Dari pantauan Media Indonesia, Jumat (24/3), meski arus mudik diperkirakan masih 20 hari lagi, sejumlah destinasi wisata di area pantura, mulai ditata. Pemerintah Kota Pekalongan, memperbaiki jalur menuju Air Pasir Kencana, Pantai Slamaran, dan membenahi Museum Batik serta Pasar Grosir Batik Sentono.
Kondisi serupa dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang. Beberapa objek wisata di pantura seperti Pantai Sigandu, Pantai Cemoro Sewu, Pantai Ujung Negoro dan Kebun Teh Paninggaran diperkirakan akan menjadi destinasi yang banyak didatangi pemudik yang melintas.
Baca juga: Jumlah Pemudik di Sumut Diprediksi Meningkat
Pemerintah Kota Semarang juga telah mempersiapkan destinasi unggulan seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Kampung Melayu, Pacinan, dan Semarang Zoo.
"Kita persiapkan semua objek wisata, karena saat arus mudik berlangsung diperkirakan akan banyak wisatawan yang datang sembari melepas penat," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Jumat (24/3).
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan selama liburan lebaran mendatang, banyak pelancong yang akan berkunjung ke ibu kota Jawa Tengah, sehingga berbagai persiapan terus dilakukan termasuk menggelar beberapa acara menarik di beberapa destinasi.
Baca juga: Polres Cirebon Petakan Jalur Rawan Kepadatan Saat Mudik
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Yarsono mengatakan saat arus mudik berlangsung, Batang menjadi daerah lintasan pemudik, sehingga berbagai persiapan terus dilakukan sehingga pelancong akan merasa nyaman dan aman saat berkunjung.
"Ada banyak objek wisata di sepanjang pantura Batang, mudik ini merupakan potensi untuk meningkatkan kunjungan," ujar Yarsoyo. (Z-6)
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved