Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tumbuh 5,37%, Ekonomi Jawa Tengah Berhasil Lampaui Capaian Nasional

Haryanto Mega
26/12/2025 14:33
Tumbuh 5,37%, Ekonomi Jawa Tengah Berhasil Lampaui Capaian Nasional
.(MI/Haryanto)

Provinsi Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi yang impresif pada penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37% secara year on year (YoY). Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04% pada periode yang sama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa struktur ekonomi Jateng masih ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar 33,43%. 

Lapangan usaha lain yang turut menjadi motor penggerak adalah perdagangan (13,44%), pertanian (12,88%), dan konstruksi (11,82%).

“Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Tengah dengan kontribusi mendominasi mencapai 60,64%,” ujar Endang dalam rilis resmi BPS, Jumat (26/12).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional ini merupakan buah dari sinergi kebijakan fiskal yang terukur dan kolaborasi lintas sektoral, termasuk koordinasi intensif dengan Bank Indonesia.

“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami mengedepankan pemerintahan kolaboratif untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional,” ujar Luthfi saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Sektor investasi turut menyumbang raport hijau bagi pembangunan daerah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng mencatat realisasi investasi periode Januari–September 2025 menembus angka Rp66,13 triliun. 

Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa, yakni sebanyak 326.462 orang.

Luthfi menegaskan bahwa investasi memegang peranan vital karena menyokong 85% pendanaan pembangunan daerah, mengingat keterbatasan alokasi APBD dan PAD. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat kepastian berusaha melalui digitalisasi perizinan serta pengembangan kawasan industri berbasis industri hijau.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin di Jawa Tengah dilaporkan menyusut dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% pada Maret 2025.

Menyongsong tahun 2026, Pemprov Jateng berkomitmen melakukan transformasi struktural dengan menempatkan industri pengolahan dan pertanian sebagai prioritas. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas inflasi, dan memastikan Jawa Tengah tetap menjadi destinasi investasi utama di Indonesia. (P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik