Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Sungai Dengkeng Meluap, Ratusan Warga Cawas Klaten Terpaksa Mengungsi

Djoko Sardjono
05/3/2026 16:07
Sungai Dengkeng Meluap, Ratusan Warga Cawas Klaten Terpaksa Mengungsi
Luapan Sungai Dengkeng rendam jalan dan permukiman di Cawas, Klaten, Jawa Tengah .(MI/Djoko Sardjono )

HUJAN dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sejak Selasa (3/3) sore, menyebabkan Sungai Dengkeng meluap. Akibatnya, permukiman warga di 16 desa yang tersebar di lima kecamatan terendam banjir bandang, memaksa ratusan warga untuk mengungsi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cawas, Trucuk, Japanan, Wedi, dan Bayat. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di desa-desa yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Dengkeng.

Dampak luapan sungai paling dirasakan di Desa Cawas. Sebanyak 120 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka pada malam kejadian. Para pengungsi kini tersebar di beberapa titik pengungsian:

  •     Balai Desa Cawas: 58 jiwa
  •     Masjid Al Ikhlas: 40 jiwa
  •     Masjid Mukarobin: 19 jiwa
  •     RS Islam (Rujukan): 1 jiwa
  •     Rumah Kerabat: 2 jiwa

Selain curah hujan tinggi, banjir diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di Desa Bawak dan Desa Japanan. Jebolnya tanggul di Desa Bawak menyebabkan Pasar Cawas tergenang, sehingga akses jalan raya di kawasan tersebut harus ditutup total. Arus lalu lintas menuju Gunungkidul dialihkan melalui jalan lingkar timur Desa Cawas dengan penjagaan ketat dari relawan dan Polri.

Kondisi Terkini di Lapangan
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klaten, Indiarto, menjelaskan bahwa banjir mulai memasuki rumah warga pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB.

“Luapan banjir Sungai Dengkeng mulai merendam permukiman warga Dukuh Posakan, Desa Cawas, sejak Selasa (3/3) pukul 23.00 WIB. Saat itu, air mulai masuk ke rumah dan warga malam itu langsung mengungsi,” ujar Indiarto.

Wahyu Prasetyo, warga Dukuh Posakan, mengakui bahwa banjir kali ini merupakan yang pertama kalinya air sampai masuk ke dalam rumah.

“Air banjir juga masuk rumah saya tadi malam, dengan ketinggian air sekitar 5 cm. Memang, baru kali ini genangan banjir masuk rumah. Alhamdulillah genangan air cepat surut, sehingga rumah bisa segera dibersihkan,” tuturnya.

Langkah Penanganan Pemerintah
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, meninjau langsung Posko Taktis BPBD, dapur umum, serta menemui para pengungsi di Balai Desa Cawas. Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan telah berkoordinasi dengan TNI, BPBD, dan BBWS Bengawan Solo untuk langkah pemulihan.

Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan. "Untuk perbaikan tanggul jebol kita akan minta teman-teman penambang pasir. Kalau pasir sudah terkumpul tanggul jebol akan langsung dieksekusi. Mudah-mudahan dalam 2-3 hari ini cuaca mendukung dan tidak ada hujan,” tegas Hamenang.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi terdampak untuk mengantisipasi adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (JS/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya