Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir di delapan daerah Jawa Tengah kian meluas membuat jumlah pengungsi meningkat. Delapan kawasan itu Semarang, Pekalongan, Kendal, Grobogan, Demak, Kudus, Pati, dan Jepara.
Pemantauan Media Indonesia Senin (18/3), cuaca ekstrem masih berlangsung di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah. Kondisi itu diperparah dengan jebolnya kembali tanggul Sungai Wulan, membuat banjir di seputaran alun-alun hingga halaman Masjid Agung Demak.
Jumlah desa terendam di daerah berjuluk Kota Wali inipun meningkat 100%, dari 44 desa menjadi 88 desa di 10 kecamatan. Peningkatan itu membuat gelombang pengungsi meningkat menjadi 12.982 orang, baik di Demak maupun Kudus.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol, Banjir di Demak Meluas
"Di sini saja ada lebih seribu jiwa pengungsi dari Demak," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Kudu Mundir.
Pengungsi di Kudus mencapai 1.619 jiwa, lanjut Mundir, jumlah pengungsi akibat banjir cukup besar, bahkan diperkirakan juga akan lebih meningkat lagi hingga disiapkan 17 kantong pengungsian. "Kita kembali tetapkan darurat bencana banjir, sudah 29 desa terendam," imbuhnya.
Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho Luhur mengatakan daerah ini juga telah menetapkan darurat bencana banjir. Pasalnya terjadi peningkatan desa yang terendam akibat jebolnya tujuh titik tanggul Sungai Wulan dan Tuntang, serta meluapnya sejumlah sungai lain. Teranyar, Sungai Jajar membanjiri di tengah kota dengan ketinggian air capai 50 centimeter.
Baca juga : Operasikan 27 Pompa Air, Banjir yang Melanda Demak Sudah Surut
"Dampak banjir kali ini luar biasa, selain kelumpuhan transportasi dan ekonomi juga ada 92.246 jiwa terdampak, sehingga penanganan cepat harus dilakukan terutama terhadap belasan ribu pengungsi," ujar Agus Nugroho Luhur.
Di Jepara, banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di Kota Ukir semakin meluas di delapan kecamatan. Meski puluhan ribu jiwa terdampak banjir, baru 625 jiwa yang mengungsi.
"Kondisi terparah di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari dan Desa Sowan Kidul Kecamatan Kedung dengan ketinggian air capai 2 meter lebih," kata Kepala Pelaksana (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Nor Isdiyanto.
Baca juga : Banjir Demak Meluas, Ratusan Keluarga Mengungsi ke Kudus
Sementara itu sebanyak 112 desa di 13 Kecamatan di Kabupaten Grobogan terendam banjir. Meski banjir di Kota Purwodadi mulai menurun, jumlah pengungsi yang bertahan mencapai 800 jiwa.
Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan banjir melumpuhkan perekonomian dan lalulintas di daerah ini, karena ada 4.352 hektare area persawahan, 80 fasilitas pendidikan terendam dan beberapa ruas jalan jalan penghubung antar daerah tertutup banjir.
"Berbagai bantuan terus kita salurkan, penanganan cepat terutama terhadap tujuh titik tanggul jebol terus dilakukan," imbuhnya. (Z-3)
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Sekolah juga diperintahkan untuk segera mengembalikan seluruh uang yang telah ditarik dari orang tua siswa
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved