Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah kian meluas, memaksa ratusan keluarga dievakuasi dan diungsikan ke Kabupaten Kudus.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (9/2), banjir di Kabupaten Demak akibat jebolnya belasan titik tanggul sungai, semakin meluas dari sebelumnya di 24 desa di enam kecamatan menjadi 30 desa di tujuh kecamatan. Korban terdampak meningkat hingga lebih dari 70 ribu jiwa dan lahan persawahan terendam capai 1.400 hektare.
Ratusan keluarga sejak dini hari terus dievakuasi menggunakan perahu karet oleh petugas dan relawan.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol, Banjir di Demak Meluas
"Semakin meluas dan meninggi, sehingga ratusan keluarga dievakuasi hingga siang ini," ujar Fatoni, 34, seorang relawan bencana, Jumat (9/2).
Banjir terjadi akibat jebolnya belasan titik tanggul Sungai Jratun, Sungai Wulan, Sungai Tuntang, dan Sungai Cabean. Sebagai dampak dari hujan deras dari wilayah hulu seperti Kabupaten Semarang, Boyolali dan Salatiga.
Akibat banjir, ruas jalur Pantura Demak-Kudus dan jalan penghubung Demak-Grobogan mengalami kelumpuhan.
Baca juga : 56.919 jiwa Terdampak Banjir Demak
"Saya mau ke Pati terpaksa memutar melalui Jepara karena ruas jalan Pantura terendam banjir hingga satu meter," kata Satria, 25, warga Semarang ditemui di Simpang Trengguli, Demak.
Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan banjir terjadi di daerah ini semakin meluas dan meninggi. Saat ini 30 desa di tujuh kecamatan terendam dengan ketinggian 30-200 centimeter, terbaru di Kecamatan Karanganyar hingga ratusan keluarga terpaksa diungsikan.
Secara keseluruhan jumlah warga terdampak lebih 5.000 keluarga (70 ribu jiwa), lanjut Agus Nugroho, atau meningkat dari sebelumnya sebanyak 59 ribu jiwa, demikian juga luas areal persawahan terendam banjir dari sebelumnya 1.008 hektare meningkat menjadi 1.400 hektare.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Warga Mranggen Demak Dievakuasi
"Warga kita evakuasi ke Kudus karena relatif lebih aman," imbuhnya.
Pejabat Bupati Kudus Hasan Chabibie ditemui saat meninjau lokasi pengungsian mengungkapkan Pemkab Kudus terus berkgerak membantu penanganan pengungsi yang dievakuasi ke wilayah Kudus, meskipun secara kewilayahan bencana banjir dan warga terdampak adalah Demak.
"Langkah penyiapan puluhan tenda untuk pengungsi ini didorong oleh rasa kemanusiaan, tidak melihat asal daerah korban banjir itu," ujar Hasan Chabibie.
Baca juga : Banjir Di Grobogan Meluas di 16 Kecamatan dan Jalur Semarang-Purwodadi Masih Lumpuh
Selain menampung dan menyiapkan logistik untuk pengungsi, kata Hasan, BPBD Kudus juga menyiapkan tempat sarana kesehatan di atas Jembatan Tanggulangin untuk para korban banjir karena beberapa dilanda penyakit.
"Petugas BPBD Kudus juga masih terus membantu evakuasi warga korban banjir di Demak," tambahnya. (Z-3)
Baca juga : Banjir Grobogan, Ribuan Warga Mengungsi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Sekolah juga diperintahkan untuk segera mengembalikan seluruh uang yang telah ditarik dari orang tua siswa
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah.
Kru kapal tersebut yakni Sriram Veeramani Krishnan (L/43) merupakan WNA asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar.
Manajemen Indonesia Air Transport mengakui pesawat ATR 42-500 sempat mengalami masalah mesin sehari sebelum jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep.
Operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung menemukan satu korban di jurang. Evakuasi terkendala medan ekstrem, korban dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Kebakaran di gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melukai aparat yang terlibat
Sebanyak 24 jenazah berhasil dievakuasi dari dalam ruko Terra Drone yang hangus dilalap api. Proses pencarian korban berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved