Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Gelar Bukber, Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Berkomitmen Majukan Daerah

Syarief Oebaidillah
24/2/2026 21:37
Gelar Bukber, Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Berkomitmen Majukan Daerah
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), Fathan Subchi, mengajak masyarakat Demak yang berada di perantauan dan Jabodetabek bersatu membangun Demak sebagai tanah kelahiran. Hal ini disampaikan Fathan dalam acara silaturahmi dan buka bersama (Bukber) Ramadhan 2026 yang digelar PDBN di Rumdin BPK RI Jaksel, kemarin, dihadiri sesepuh dan Senior Pengurus DPP PDBN, Pengurus PDBN Jabodetabek, Perwakilan Kalimantan, Kepulauan Riau, Jateng, Jabar, Banten, serta para tamu undangan.

Acara tersebut rutin setiap tahun diadakan dengan memberikan santunan anak yatim. Selanjutnya, digelar mudik gratis 2026 menggunakan bus untuk masyarakat perantauan Demak. Melalui keterangannya hari ini, Fathan berharap masyarakat Demak di perantauan dapat meningkatkan anjangsana sebagai wujud silaturahmi dan membangun Demak menjadi lebih maju. "Kiprah dan partisipasi kita, komitmen kita, hal-hal yang menyangkut Demak semua dapat berkontribusi apapun bentuknya," ujarnya.

Fathan juga menekankan pentingnya mengelola potensi Demak, seperti pertanian, pendidikan, peternakan, kelautan, dan wisata, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fathan Subchi mengutarakan Paguyuban PDBN bagian dari forum silaturahmi atau forum kerja sama yang diharapkan menjadi penguat sinergitas dengan Pemkab Demak. “Mari kita saling bekerja, saling kolaborasi menghasilkan satu rumusan dan kerja konkret,” jelas Fathan yang juga Anggota VI BPK RI.

Ia mengajak berkomitmen memajukan Kota Demak yang maju. “Dengan sebagian waktu yang masih kita miliki, selesai aktivitas kerja, mari terus kita lakukan khidmah dan kontribusi bagi Kabupaten Demak secara pribadi atau kolektif atau berjama’ah, dengan kapasitas kekuatan energi kita masing-masing untuk kebaikan bagi masyarakat Demak, atas dasar kecintaan bagi warga sesama,” tandas mantan Anggota DPR RI ini.

Sementara itu, Prof. Ali Muktiyanto, Rektor Universitas Terbuka (UT) sebagai koordinator PDBN bagi Demak Bangkit mengungkapkan bukber kali ini membawa amanat untuk menuntaskan ide dan strategi besar Demak Bangkit dalam bentuk kajian komprehensif. Selanjutnya mematangkan ide-ide dan strategi besar dalam beberapa hal penting, seperti lanskap atau peta baru Demak masa kini, Visi dan Strategi penyelamatan dan pembangunan Demak Bangkit, Road Map Demak Bangkit, quick win, dan RPJPM pendidikan, pertanian, peternakan, kelautan, wisata, dan lain-lain.

"Hasil kajian di atas akan kita sampaikan kepada para tokoh, alim ulama dan pengurus PDBN dan puncaknya kepada Pemda Demak," ujar Ali. Dia melanjutkan beberapa hal dapat dilakukan memajukan pendidikan mulai dari pesantren hingga Perguruan Tinggi, termasuk opsi membangun Perguruan Tinggi berbasis STEMA (Science, Technology, Engineering, Math, and Art), memajukan pertanian, termasuk membina kelompok-kelompok petani produktif; dan kolaborasi dengan IPB, UT, UIN Banten dan Undip.

"Kita bisa membayangkan kalau PDBN membuat Akademi Pertanian Modern. Kampus akademi khusus pertanian dan alumninya dididik untuk menjadi petani moderen," tandasnya.

Dijelaskannya, keunggulan kompetitif yang dimiliki Demak sebagai daerah pertanian yang luas dengan dukungan waduk Kedung Ombo sebagai sumber irigasi, menjadi potensi Demak sebagai sentra Ketahanan Pangan di Indonesia. "Jika ketahanan pangan sudah dicapai, maka Demak bisa menaikkan bargaining position yang lebih kuat ke Pemerintah Pusat untuk meminta alokasi dana yang lebih besar, sebagaimana daerah-erah yang mempunyai wilayah pertambangan," imbuhnya.

Prof. Ali Muktiyanto menambahkan pihaknya menginventarisasi hal yang menjadi target besarnya, di antaranya: (1) Bidang Pendidikan: pendirian akademi pertanian terpadu dengan pendidikan dasar hingga menengah (formal, informal nonformal); (2) Bidang Pertanian dan Perkebunan: budidaya komoditas pertanian dan perkebunan unggulan; (3) Bidang Kelautan dan Perikanan: modernisasi perikanan air tawar dan laut serta ketahanan nelayan; (4) Bidang Pariwisata, Seni dan Budaya: konektivitas wisata religi, agro, laut dan heritage; (5) Bidang Investasi dan Industri Unggulan.

Menurut Ali, untuk kebutuhan lahan kampus akan dilakukan pendekatan dengan Manajemen Masjid Agung Demak dan Pemda Demak guna dapat memanfaatkan tanah wakaf yang dikelola Masjid Agung Demak dengan melakukan kerjasama atau bila perlu membeli lahan terkait.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya