Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan melakukan evakuasi medis terhadap crew kapal LC Astrolabe yang mengalami masalah kesehatan di Perairan Selat Badung, Senin pagi (19/1). Laporan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui PT Bayu Cipta Samudra selaku agen kapal.
"Informasi awal, kapal rencananya akan berlayar dari Australia menuju pulau Batam, namun mendekati perairan Bali, salah satu crew mengalami masalah kesehatan," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Dari data yang dihimpun, kru kapal tersebut yakni Sriram Veeramani Krishnan (L/43) merupakan WNA asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar. Tim SAR gabungan dan agen kapal sepakat untuk melaksanakan intercept pada koordinat 8°46'11.99"S - 115°14'37.17"E di Parairan Selat Badung.
"Setelah kita laksanakan plotting koordinat, jarak intercept mencapai 3.08 NM dengan heading 139? dengan waktu tempuh sekitar 30 menit," imbuhnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 Wita sebanyak 10 orang tim SAR gabungan dari berbagai unsur telah menjangkau kapal dan selanjutnya melaksanan proses evakuasi. Sebelum dibawa ke Rumah Sakit, tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar dan Clinik Nusa Medica melakukan pemeriksaan awal kondisi kesehatannya. Mereka menyatakan kondisi masih stabil dan tidak memerlukan penanganan khusus saat proses mobilisasi.
"Proses evakuasi memakan waktu sekitar 40 menit, target selanjutnya dibawa menuju RS Siloam guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut." Jelas Nyoman Sidakarya.
Pelaksanaan evakuasi medis turut melibatkan unsur SAR gabungan yaitu Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Polairud Mabes Polri, VTS Pelabuhan Benoa, Klinik Nusa Medica, Polsek Kawasan Benoa dan Agen Kapal. (H-2)
Sejauh ini situasi keamanan di Bali masih kondusif, begitu pula kondisi cuaca yang meskipun terkadang hujan, namun tidak menimbulkan dampak buruk bagi aktivitas masyarakat.
Operasi ini dilanjutkan pada Jumat (4/7) dengan dukungan kapal utama KN SAR Arjuna 229.
Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi dari salah satu orang tua pendaki, atas nama Ketut Ganes, Senin (30/6) pukul 02.15 Wita
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved