Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebuah rumah warga di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, dilaporkan ambruk setelah dihantam air bah akibat luapan Sungai Subak Jemanik, Rabu (21/1) dini hari.
Peristiwa tragis ini menyebabkan seorang ibu dan anak balitanya hilang terseret arus. Dua korban yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Yuliana Da Costa Makun (29) dan anaknya Audrey Natania Banafanu (1,5). Hingga Rabu siang, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap keduanya.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana, mengatakan kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
“Kondisi diperparah dengan jebolnya senderan fondasi sungai, sehingga air bah langsung menghantam bagian belakang rumah korban. Bangunan tidak mampu menahan terjangan dan akhirnya ambruk serta hanyut terbawa arus,” jelas Librana.
Usai pelaksanaan briefing, Tim SAR gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni pencarian darat dan sungai. Upaya pencarian dioptimalkan hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian.
“Sorti pertama masih berlangsung hingga siang ini. Setelah evaluasi kendala di lapangan, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai apabila kondisi memungkinkan,” tambahnya.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lapangan. (Z-10)
Kru kapal tersebut yakni Sriram Veeramani Krishnan (L/43) merupakan WNA asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar.
Sejauh ini situasi keamanan di Bali masih kondusif, begitu pula kondisi cuaca yang meskipun terkadang hujan, namun tidak menimbulkan dampak buruk bagi aktivitas masyarakat.
Operasi ini dilanjutkan pada Jumat (4/7) dengan dukungan kapal utama KN SAR Arjuna 229.
Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi dari salah satu orang tua pendaki, atas nama Ketut Ganes, Senin (30/6) pukul 02.15 Wita
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Pihaknya telah menyiapkan mitigasi bencana agar bisa merespon secepat mungkin apabila terjadi kejadian bencana.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved