Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Sambut Arus Mudik Lebaran, Pemkab Klaten Apelkan 64 Armada Ambulans

Djoko Sardjono
10/3/2026 21:30
Sambut Arus Mudik Lebaran, Pemkab Klaten Apelkan 64 Armada Ambulans
upati didampingi Kepala Dinas Kesehatan mengecek ambulans yang akan disiapkan di pos pelayanan kesehatan mudik Lebaran.(MI/DJOKO SARDJONO)

MENYAMBUT arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar apel ambulans, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan pemeriksaan keamanan makanan di pasar.

Kegiatan apel ambulans digelar di halaman Pendapa Kabupaten Klaten, pemeriksaan kesehatan pengemudi bus AKAP di Terminal Ir Soekarno, serta pemeriksaan keamanan makanan dan sayur di Pasar Gedhe Klaten.

Dalam apel ambulans yang dipimpin Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Selasa (10/3), Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto melaporkan apel ambulans diikuti 64 armada dari seluruh layanan kesehatan di Klaten.

Menyambut arus mudik Lebarab 2026, Dinas Kesehatan Klaten untuk pos kesehatan menerjunkan 180 tenaga kesehatan dari 34 puskesmas, 13 rumah sakit, 45 klinik, Ballkesmas, Dinas Kesehatan, dan Griya Sehat.

“Armada ambulans nanti akan ditempatkan di pos pengamanan dan pos pelayanan mudik Lebaran 2026. Ada tujuh pos pengamanan dan pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Klaten,” kata Anggit.

Selesai apel ambulans, Bupati Hamenang bersama Kapolres AKB Faruk Rozi dan Kasdim 0723 Klaten Mayor Inf Ismail Syahrudin memantau pemeriksaan kesehatan pengemudi bus di Terminal Ir Soekarno Klaten.

Pemeriksaan kesehatan pengemudi bus angkutan Lebaran, dilaksanakan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Klaten dan Dokkes Polres Klaten. Sebanyak 100 pengemudi bus yang menjadi target pemeriksaan kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, pemeriksaan kesehatan pengemudi AKAP, termasuk pengemudi penjemput 500 pemudik gratis asal Klaten, adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk keamanan angkutan Lebaran.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Klaten melakukan pemeriksaan kesehatan makanan dan sayur di Pasar Gedhe Klaten. Pemeriksaan dilakukan terhadap 20 sampling makanan dan 20 sampling sayur yang dijual di pasar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten kepada pers menjelaskan sampling makanan yang diperiksa kandungan yang ada, seperti formalin, boraks, dan zat pewarna. Pun, pemeriksaan sayur mengenai kandungan pestisida.

“Total ada 20 sampling makanan dan 20 sampling sayur yang dicek petugas. Memang, ada beberapa makanan setelah diteliti mengandung zat berbahaya. Krupuk mengandung pewarna dan ikan teri ada formalinnya,” katanya.

Bupati Hamenang yang juga hadir di Pasar Gedhe Klaten meminta pedagang tidak menjual makanan dan sayur yang diketahui mengandung zat berbahaya, seperti formalin dan boraks. Pun, pemasok diminta tanggung jawab.

“Kalau pemasok tidak bertanggung jawab atau ngeyel ya ditindak secara aturan. Selain itu, untuk menjaga kesehatan masyarakat konsumen makanan yang mengandung zat berbahaya itu perlu disosialisasikan,” ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya