Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Waspada Auto-Behavior Syndrome saat Mudik, Mata Terbuka namun Otak Tertidur di Atas Motor

Muhammad Ghifari A
10/3/2026 23:23
Waspada Auto-Behavior Syndrome saat Mudik, Mata Terbuka namun Otak Tertidur di Atas Motor
Mudik motor favorit masyarakat, tapi waspadai Auto-Behavior Syndrome (ABS).(Antara)

MUDIK lebaran menggunakan sepeda motor masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Alasan fleksibilitas, efisiensi waktu, hingga kemampuan menembus kemacetan ekstrem seperti tragedi Brexit beberapa tahun silam, membuat jutaan orang tetap memilih roda dua.

Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan ancaman sunyi yang sering kali tidak disadari oleh para pengendara, yakni Auto-Behavior Syndrome (ABS).

Senior Trainer dari Global Defensive Driving Consulting (GDDC), Lilik Andi Baryono, mengungkapkan fenomena mengerikan yang kerap menimpa pemudik jarak jauh. Banyak pengendara merasa dirinya masih terjaga karena mata tetap terbuka, namun sebenarnya otak mereka sudah "mati" sesaat.

Apa Itu Auto-Behavior Syndrome?

Menurut Lilik, ada perbedaan mendasar antara rasa kantuk biasa, micro sleep, dan Auto-Behavior Syndrome. Jika micro sleep adalah kondisi tertidur singkat (beberapa detik) yang masih bisa "diganggu" atau disadari setelah terbangun, maka ABS jauh lebih berbahaya.

"Pada fase ABS, Anda tetap berkendara, mata Anda terbuka, tangan tetap memegang stang, tetapi gelombang otak Anda sebenarnya sudah masuk ke fase tidur. Anda bergerak secara mekanis tanpa kesadaran penuh," jelas Pak Lilik di Radio Dalam (10/3).

Pengendara sering kali baru tersadar saat sudah menabrak pembatas jalan, masuk ke parit, atau bahkan terlibat kecelakaan fatal dengan kendaraan lain. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja hanya berdasarkan memori otot (muscle memory), sementara kemampuan analisis situasi jalan raya sudah hilang total.

Lilik menjelaskan adanya Circadian Rhythm atau jam biologis manusia. Tubuh kita memiliki jadwal alami kapan energi berada di puncak dan kapan harus turun. Bagi manusia normal, fase "drop" energi terjadi pada pukul 12.00 hingga 15.00 siang, serta pukul 21.00 hingga 05.00 pagi.

Ironisnya, banyak pemudik motor yang memaksakan diri berangkat di malam hari untuk menghindari panas matahari, atau terus memacu kendaraan di siang bolong demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman. Padahal, saat jam biologis menunjukkan fase rendah, konsentrasi akan menurun drastis.

"Naik motor itu pekerjaan multitasking yang sangat sulit. Mata, telinga, tangan, dan kaki bekerja bersamaan. Sedikit saja fokus terdistraksi karena kantuk, risikonya adalah nyawa," tambahnya.

Tips Mencegah Tidur Berjalan di Atas Motor

Untuk menghindari ancaman ABS dan kecelakaan akibat kelelahan, Pak Lilik memberikan panduan praktis bagi para pemudik:

1. Ritme Istirahat yang Ketat: Jangan menunggu kantuk datang. Berhentilah setiap 1,5 hingga 2 jam sekali. Lakukan peregangan (stretching) ringan selama 15-20 menit untuk mengembalikan aliran oksigen ke otak.

2. Kenali Sinyal Tubuh: Jika Anda mulai merasa duduk tidak tenang, sering menguap, atau mulai melamun (fokus hilang), itu adalah kode keras dari tubuh untuk segera menepi.

3. Hati-hati dengan Adrenalin: Pengendara sering kali merasa "segar" karena adrenalin saat menyalip kendaraan lain. Namun, adrenalin bisa menipu rasa lelah asli tubuh. Jangan tertipu oleh rasa "tanggung sedikit lagi sampai."

4. Hidrasi dan Nutrisi: Pastikan asupan air putih cukup. Hindari makan terlalu kenyang saat istirahat karena akan memicu kantuk yang lebih hebat akibat proses pencernaan.

Sepeda motor memang memberikan kebebasan di jalan raya, namun ia tidak memiliki pelindung besi layaknya mobil. Tubuh kitalah yang menjadi pelindung utama.

"Ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah. Cita-cita kita melihat anak sukses tidak boleh kandas hanya karena kita memaksakan diri berkendara saat otak sudah butuh istirahat," tutup Lilik dengan tegas. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya