Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK lebaran menggunakan sepeda motor masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Alasan fleksibilitas, efisiensi waktu, hingga kemampuan menembus kemacetan ekstrem seperti tragedi Brexit beberapa tahun silam, membuat jutaan orang tetap memilih roda dua.
Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan ancaman sunyi yang sering kali tidak disadari oleh para pengendara, yakni Auto-Behavior Syndrome (ABS).
Senior Trainer dari Global Defensive Driving Consulting (GDDC), Lilik Andi Baryono, mengungkapkan fenomena mengerikan yang kerap menimpa pemudik jarak jauh. Banyak pengendara merasa dirinya masih terjaga karena mata tetap terbuka, namun sebenarnya otak mereka sudah "mati" sesaat.
Menurut Lilik, ada perbedaan mendasar antara rasa kantuk biasa, micro sleep, dan Auto-Behavior Syndrome. Jika micro sleep adalah kondisi tertidur singkat (beberapa detik) yang masih bisa "diganggu" atau disadari setelah terbangun, maka ABS jauh lebih berbahaya.
"Pada fase ABS, Anda tetap berkendara, mata Anda terbuka, tangan tetap memegang stang, tetapi gelombang otak Anda sebenarnya sudah masuk ke fase tidur. Anda bergerak secara mekanis tanpa kesadaran penuh," jelas Pak Lilik di Radio Dalam (10/3).
Pengendara sering kali baru tersadar saat sudah menabrak pembatas jalan, masuk ke parit, atau bahkan terlibat kecelakaan fatal dengan kendaraan lain. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja hanya berdasarkan memori otot (muscle memory), sementara kemampuan analisis situasi jalan raya sudah hilang total.
Lilik menjelaskan adanya Circadian Rhythm atau jam biologis manusia. Tubuh kita memiliki jadwal alami kapan energi berada di puncak dan kapan harus turun. Bagi manusia normal, fase "drop" energi terjadi pada pukul 12.00 hingga 15.00 siang, serta pukul 21.00 hingga 05.00 pagi.
Ironisnya, banyak pemudik motor yang memaksakan diri berangkat di malam hari untuk menghindari panas matahari, atau terus memacu kendaraan di siang bolong demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman. Padahal, saat jam biologis menunjukkan fase rendah, konsentrasi akan menurun drastis.
"Naik motor itu pekerjaan multitasking yang sangat sulit. Mata, telinga, tangan, dan kaki bekerja bersamaan. Sedikit saja fokus terdistraksi karena kantuk, risikonya adalah nyawa," tambahnya.
Untuk menghindari ancaman ABS dan kecelakaan akibat kelelahan, Pak Lilik memberikan panduan praktis bagi para pemudik:
1. Ritme Istirahat yang Ketat: Jangan menunggu kantuk datang. Berhentilah setiap 1,5 hingga 2 jam sekali. Lakukan peregangan (stretching) ringan selama 15-20 menit untuk mengembalikan aliran oksigen ke otak.
2. Kenali Sinyal Tubuh: Jika Anda mulai merasa duduk tidak tenang, sering menguap, atau mulai melamun (fokus hilang), itu adalah kode keras dari tubuh untuk segera menepi.
3. Hati-hati dengan Adrenalin: Pengendara sering kali merasa "segar" karena adrenalin saat menyalip kendaraan lain. Namun, adrenalin bisa menipu rasa lelah asli tubuh. Jangan tertipu oleh rasa "tanggung sedikit lagi sampai."
4. Hidrasi dan Nutrisi: Pastikan asupan air putih cukup. Hindari makan terlalu kenyang saat istirahat karena akan memicu kantuk yang lebih hebat akibat proses pencernaan.
Sepeda motor memang memberikan kebebasan di jalan raya, namun ia tidak memiliki pelindung besi layaknya mobil. Tubuh kitalah yang menjadi pelindung utama.
"Ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah. Cita-cita kita melihat anak sukses tidak boleh kandas hanya karena kita memaksakan diri berkendara saat otak sudah butuh istirahat," tutup Lilik dengan tegas. (Z-10)
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Manajemen daya dan pemilihan rute menjadi faktor penentu keselamatan mudik menggunakan motor listrik.
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan atau microsleep, pemudik yang menggunakan sepeda motor disarankan beristirahat setiap 2-3 jam perjalanan.
ANGKA kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda motor menjadi sorotan setiap tahunnya. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengimbau masyarakat memanfaatkan mudik gratis
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyelidiki tewasnya pengendara sepeda motor berinisial MBAK, 23, usai terlibat kecelakaan dengan Jak Lingko di Jalan Andara Raya, Cilandak.
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga telah mencuri sekitar 100 unit sepeda motor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved