GELOMBANG tinggi disertai hujan badai kembali berlangsung di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2). Kondisi itu beresiko terhadap aktivitas pelayaran. Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir juga berpotensi di daerah di Jawa Tengah.
Pada pagi cuaca berawan dan hujan ringan mengguyur di sejumlah daerah di Pantura serta Solo Raya. Pada siang, sore hingga awal malam intensitas hujan meningkat ringan-sedang secara merata di Jawa Tengah. Bahkan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 27 daerah sehingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Selain air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 18.00-22.00 WIB di perairan utara, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah. Warga yang beraktifitas di perairan utara maupun selatan diminta waspada, karena beresiko terhadap aktivitas pelayaran.
"Waspada kondisi perairan utara dan selatan Jawa Tengah Minggu (1/2), sebab selain rob juga gelombang tinggi kembali berlangsung," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi.
Air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Usman Effendi, berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah mulai Brebes- Rembang. Air pasang akan mengganggu aktivitas warga di pesisir, juga banjir yang terjadi di sejumlah daerah tersebut akan sulit untuk cepat surut karena air mengalir ke laut akan terhambat rob.
Sedangkan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai di kawasan perairan utara dan selatan, menurut Usman Effendi, beresiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot. Seperti kapal nelayan, tongkang maupun kapal barang dan penumpang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi di 27 daerah di Jawa Tengah, Minggu (1/2). Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi dan daerah di Pantura, sehingga diminta warga untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Arif, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Darah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95%," ujar Arif Minggu (1/2). (Z-2)
Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah terutana saat kecepatan angin diatas 15 knot, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
“Saat ini masih ada imbauan larangan berlayar dari KSOP yang berlaku hingga 29 Januari. Kami menunggu izin lanjutan."
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved