Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Menkeu Kocok Pejabat Bea Cukai, Batam jadi Fokus Pengawasan

Hendri Kremer
29/1/2026 15:22
Menkeu Kocok Pejabat Bea Cukai, Batam jadi Fokus Pengawasan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa(Dok Antara)

PEMERINTAH pusat kembali menaruh perhatian serius pada Batam. Hal ini ditandai dengan pergantian Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam dalam perombakan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) oleh Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Agung Widodo, sebagai Kepala KPU Bea dan Cukai Batam, menggantikan Zaky Firmansyah. Pelantikan berlangsung di Jakarta, Rabu (28/1), bersamaan dengan rotasi sejumlah pejabat eselon II DJBC lainnya.

Batam dikenal sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan internasional dengan aktivitas keluar-masuk barang yang tinggi. Karena itu, wilayah ini kerap menjadi sorotan dalam pengawasan kepabeanan dan cukai.

Dalam sambutannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa rotasi pejabat dilakukan secara menyeluruh di pelabuhan-pelabuhan besar, termasuk Batam. Langkah tersebut disebut sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penegasan agar pengelolaan kepabeanan berjalan lebih transparan dan akuntabel.

“Pengumpulan penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai harus lebih optimal. Tidak boleh ada lagi pembiaran,” tegas Purbaya.

Pergantian pimpinan Bea dan Cukai Batam ini mendapat perhatian dari kalangan pelaku usaha di daerah. Sejumlah pengusaha berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan pengawasan yang tegas namun tetap menjaga kelancaran arus barang.

Salah seorang pengusaha logistik di Batam berinisial AF menilai, kepastian layanan Bea Cukai menjadi faktor penting bagi dunia usaha.
“Kami mendukung pengawasan yang ketat, tapi kepastian proses juga harus dijaga. Kalau aturan jelas dan pelayanan konsisten, pelaku usaha pasti patuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pelaku industri manufaktur berinisial RA. Ia berharap pergantian pimpinan membawa perbaikan komunikasi antara Bea Cukai dan pelaku usaha di Batam.

“Batam ini daerah industri dan ekspor. Harapannya, pimpinan baru tegas terhadap pelanggaran, tapi tetap mendukung iklim investasi dan kelancaran produksi,” katanya.

Purbaya memastikan seluruh pejabat yang menempati posisi baru akan berada di bawah pengawasan ketat. Ia menegaskan tidak akan ragu melakukan penataan ulang jika ditemukan kinerja yang mengecewakan atau indikasi pelanggaran.

Pergantian Kepala Bea dan Cukai Batam ini diharapkan mampu meningkatkan integritas, memperkuat pengawasan, sekaligus menjaga iklim usaha dan investasi di Batam tetap kondusif. (HK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya