Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada lagi ruang untuk praktik menyimpang di jajaran pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Pernyataan itu disampaikan Bendahara Negara saat melantik sejumlah pejabat eselon II hingga eselon IV di lingkungan Kemenkeu, Rabu (28/1), di Jakarta.
“Ke depan kita tidak boleh main-main lagi,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1).
Ia juga mengingatkan agar jajarannya tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan. Menurutnya, setiap pelanggaran atau kinerja yang mengecewakan akan berujung pada penataan ulang jabatan.
“Kalau ada hal yang mengecewakan, jangan main-main lagi. Saya akan atur ulang lagi. Kalau saya bicara sekali, jangan dianggap saya lupa. Saya akan ingat terus,” tegasnya.
Menkeu menekankan, para pejabat yang menempati posisi baru akan berada di bawah pengawasan ketat. Hal ini seiring maraknya barang selundupan berpotensi merusak pasar domestik karena menciptakan persaingan tidak sehat dengan produk dalam negeri.
"Di posisi yang baru ini akan dimonitor dengan ketat," tegasnya.
Bea dan Cukai pun dianggap berada di lini terdepan untuk menjaga pasar domestik agar tetap adil dan kondusif bagi pelaku usaha nasional.
"Karena ini berada di lini terdepan, harus menjaga pasar dalam negeri dan permintaan domestik dari persaingan yang tidak adil," pungkasnya.
Menurut Purbaya, langkah pergantian pejabat ini juga penting karena kinerja penerimaan pajak dan bea cukai kerap tidak mencapai target. Sepanjang 2025, pemerintah berhasil meraup penerimaan k epabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6% dari target APBN 2025 yang dipatok Rp301,6 triliun.
"Dampaknya terasa, yang saya rasakan di akhir tahun tuh pendapatannya di bawah target pajak maupun bea cukai," imbuhnya.
Purbaya kemudian mendorong jajarannya bekerja lebih keras untuk memastikan pengumpulan pajak dan penerimaan kepabeanan dapat berjalan lebih optimal
"Anda semua harus berjuang lebih keras untuk memastikan pengumpulan pajak atau bea cukai kita bisa lebih optimal. Ini saya sengaja kocok (pejabat) semuanya di seluruh pelabuhan besar dan di pemain inti," pungkasnya.
Adapun pejabat yang dilantik antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Gatot Sueeng Wibowo, Direktur Teknis Kepabeanan Imik Eko Putro, Direktur Fasilitas Kepabeanan Susila Brata, Direktur Kepatuhan Internal Akhmad Rofiq, dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Priyono Triatmojo. (Ins)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono unggah video polemik anggaran kapal. Purbaya akui mungkin salah data. Ini respons lengkapnya.
OTT tersebut dilakukan di dua lokasi pada hari yang sama, Rabu (4/2).
Purbaya menilai capaian tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin menguat.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya tidak akan memelas demi menarik investor asing masuk ke Indonesia.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tak khawatir soal kemungkinan penurunan peringkat Indonesia dalam klasifikasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved