Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak. Ribuan hektare sawah dan tambak rusak parah, membuat banyak warga kehilangan sumber penghidupan utama mereka.
Anggota Komisi IV DPR RI Jamaluddin Idham menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1). Ia menilai masyarakat terdampak membutuhkan penanganan khusus, terutama solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya melihat langsung betapa berat kondisi masyarakat pascabanjir dan longsor di Aceh. Banyak yang benar-benar kehilangan mata pencaharian,” ujar Jamaluddin, Kamis (15/1).
Menurutnya, sawah milik petani kini tertutup lumpur tebal, sementara tambak ikan dan udang terendam endapan lumpur hingga lebih dari satu meter. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian dan perikanan tidak dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat.
“Sawah padi saat ini sudah rata seperti lapangan bola. Petani praktis tidak punya harapan untuk panen dalam waktu dekat,” katanya.
Jamaluddin menjelaskan, proses pemulihan lahan pertanian dan tambak tidak bisa dilakukan secara cepat dan membutuhkan waktu yang panjang. Namun, di sisi lain, para petani dan petambak tetap harus memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka.
“Mereka tetap harus makan, menyekolahkan anak-anak, bahkan ada yang membiayai kuliah, sementara sumber penghasilan utama mereka sudah rusak akibat bencana,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah melalui langkah-langkah konkret, seperti bantuan sementara, program padat karya, atau skema bantuan khusus lainnya untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
“Yang dibutuhkan masyarakat Aceh hari ini adalah solusi nyata dalam jangka pendek. Bantuan seperti apa yang bisa diberikan dan bagaimana pola penyalurannya harus segera dibahas,” kata Jamaluddin.
Ia berharap kementerian terkait dapat berkoordinasi untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya fokus pada pemulihan jangka panjang, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup petani, pekebun, dan petambak Aceh pascabencana. (Ant/Z-10)
JAJARAN Polres Bogor melakukan langkah cepat untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Cijayanti dan Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Banjir terjadi pada Rabu (11/2) di empat dusun di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
Banjir kembali memaksa warga Perumahan Pandan Asri, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meninggalkan rumah mereka, Kamis (12/2) dan mengungsi ke gedung olahraga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
TIM gabungan menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Citarum khususnya di wilayah RT 01/09 Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2).
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved