Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kemenhut Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Banjir Sumatra

Atalya Puspa    
23/12/2025 14:03
Kemenhut Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Banjir Sumatra
Warga melewati jalan yang tertimbun longsor di Kampuang Pitameh, Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/12).(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara dengan fokus pada pembersihan tumpukan kayu limbah dan material lumpur yang menutup akses masyarakat. Upaya ini dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, mitra, serta masyarakat setempat.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan percepatan pembersihan menjadi prioritas utama guna memulihkan akses dan aktivitas warga, khususnya di permukiman dan fasilitas umum.

“Kami mengerahkan personel dan peralatan secara maksimal agar pembersihan tumpukan kayu limbah bencana dapat segera diselesaikan. Fokus utama kami adalah membuka akses, membersihkan fasilitas pendidikan dan rumah warga, serta memastikan lingkungan kembali aman,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (23/12). 

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pembersihan tumpukan kayu di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin melibatkan ratusan personel gabungan dari UPT Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, dan mitra. Hingga 22 Desember 2025, progres pembersihan di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dan dikerjakan hingga malam hari untuk mempercepat penanganan.

Selain itu, pembersihan Asrama Putra lantai satu telah mencapai sekitar 50 persen, sementara tim lainnya melanjutkan pembersihan di Asrama Putri. Pemindahan kayu dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa, 23 Desember 2025, dengan mekanisme penarikan dan pengangkutan ke lokasi penumpukan sementara yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tim gabungan Kemenhut, TNI, dan masyarakat memfokuskan kegiatan pada pembukaan akses jalan menuju permukiman warga. Hingga kini, akses jalan yang berhasil dibuka mencapai sepanjang satu kilometer. Pembersihan juga dilakukan di SD Negeri 12 Langkahan untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Di Provinsi Sumatra Utara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang. Tim gabungan Kemenhut dan TNI membersihkan tumpukan kayu dan lumpur di rumah warga, bahu jalan lintas desa, serta fasilitas umum.

Untuk mencegah dampak lanjutan, tim juga membuat parit penampungan lumpur cair agar air hujan tidak kembali masuk ke rumah warga yang telah dibersihkan. Novita menegaskan, kegiatan pembersihan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai rencana kerja harian di lapangan.

Ia menambahkan, Kemenhut berkomitmen menjaga sinergi lintas sektor dan akan terus hadir di lapangan hingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat benar-benar pulih. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya