Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Indonesia-Jepang Bahas Pengelolaan Mangrove dan Investasi Karbon

Cahya Mulyana
31/3/2026 16:34
Indonesia-Jepang Bahas Pengelolaan Mangrove dan Investasi Karbon
Indonesia-Jepang yang diwakili Menhut Raja Juli Antoni (kiri) membahas pengelolaan mangrove dan investasi karbon dengan MAFF.(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bertemu dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu membahas inisiatif pengelolaan hutan tropis termasuk pengelolaan mangrove berkelanjutan dan investasi karbon.

Menurut keterangan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin lama dan produktif antara Indonesia dan Jepang, khususnya melalui berbagai proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) di sektor kehutanan.

Menhut Raja Juli Antoni memandang kerja sama tersebut sebagai fondasi penting untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan dan menjawab tantangan perubahan iklim global.

Lebih lanjut, Raja Antoni mengajak Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries/MAFF) untuk bersama-sama meningkatkan kualitas melalui proyek JICA, sebagai bagian dari penguatan inisiatif World Mangrove Center.

Inisiatif itu, kata Menhut, diharapkan dapat menjadi jembatan global dalam upaya rehabilitasi, riset, edukasi, serta inovasi pengelolaan ekosistem mangrove, sekaligus menjadi rujukan internasional dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam.

Dalam kesempatan itu Menhut juga mendorong keterlibatan sektor swasta Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon di Indonesia, khususnya melalui kegiatan aforestasi dan reforestasi, termasuk di kawasan taman nasional.

Hal ini sejalan dengan peluang implementasi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market) pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.

Pertemuan bilateral itu juga memperkuat komitmen kuat kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama strategis di bidang kehutanan, sekaligus berkontribusi nyata dalam upaya global menghadapi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam.

Pertemuan itu sendiri menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Pemerintah Jepang, khususnya di sektor kehutanan.

MAFF menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif pengelolaan hutan tropis Indonesia, terutama melalui proyek-proyek yang dikoordinasikan oleh JICA.

Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, pada April 2026 MAFF akan menugaskan dua tenaga ahli untuk mendukung pelaksanaan proyek JICA terkait pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia.

Selain itu, MAFF juga mengharapkan dukungan Kementerian Kehutanan dalam implementasi skema Joint Crediting Mechanism (JCM) di sektor kehutanan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mitigasi perubahan iklim. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya