Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan kesiapan Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) dalam periode libur Idul Fitri dan Nyepi 2026. Sebanyak 9 TN, 9 TWA dan 2 Suaka Margasatwa di tutup sementara.
Sebagai informasi terdapat total 57 TN, 145 TWA dan 96 Suaka Margasatwa yang dikelola oleh pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Penutupan sementara sejumlah TN dan TWA ini sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengunjung akibat faktor alam hingga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama periode libur panjang.
Dalam arahannya pada rapat koordinasi secara daring bersama jajaran TN dan TWA, Menhut Raja Antoni menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengedepankan prinsip zero waste dan zero accident. Untuk itu, Raja Antoni meminta jajarannya memastikan kesiapan dan memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat secara luas. Pada rapat daring ini turut hadir Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan KSDAE Nunu Anugrah.
“Presiden Prabowo meminta agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai, ujar Menhut Raja Antoni,” ujar Menjut Raja Antoni saat memberikan pengarahan melalui zoom, Rabu (18/3/2026).
“Pastikan penerapan kuota pengunjung. Informasi terkait ditutup sementara umumkan kembali di masing-masing media sosial kita, agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi clear,” ujar Menhut Raja Antoni.
Sejumlah Taman Nasional ditutup pada periode 19–22 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan momentum Lebaran. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya sekaligus untuk menghindari lonjakan pengunjung yang berpotensi melebihi kapasitas kawasan.
Selain faktor hari raya, beberapa Taman Nasional dan Taman Wisata Alam juga ditutup karena pertimbangan pemulihan ekosistem dan keselamatan.
Berikut data 19 Taman Nasional, 9 Taman Wisata Alam dan 2 Suaka Margasatwa yang tutup di libur Idul Fitri dan Nyepi 2026:
TAMAN NASIONAL (STATUS TUTUP)
Pulau Sumatera
1. Taman Nasional Batang Gadis
Periode: 21–22 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
2. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Pintu Masuk Balik Bukit)
Periode: 25 Mei 2025 – belum ditentukan
Alasan: Perbaikan sarpras
3. Taman Nasional Way Kambas
Periode: 17 Jan – 31 Mei 2026
Alasan: Pemeliharaan sarpras
Pulau Jawa
4. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
a. Kawasan Gunung Semeru
Periode: 1-31 Desember 2026
Alasan: Revitalisasi ekosistem dan faktor cuaca (status siaga)
b. Kawasan Gunung Bromo Tengger
Periode:19-20 Maret (kembali dibuka setelah shalat idul fitri)
Alasan: Hari Raya Nyepi
5. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Periode: 1 Januari-12 April 2026
Alasan: Faktor cuaca ekstrem dan perbaikan ekosistem
Note: khusus objek wisata alam non pendakian, ditutup hanya saat libur hari raya idul fitri (20 Maret)
6. Taman Nasional Alas Purwo
Periode: 20–21 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
7. Taman Nasional Baluran
Periode: 20–22 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
8. Taman Nasional Gunung Merapi
Periode: 21 Maret 2026
Alasan:
• Hari raya (khusus objek wisata alam seperti Tlogo Muncar, Kalikuning Park, Plunyon, Jurang Jero, Deles Indah dan Kalitalang)
• Status siaga (Khusus pendakian ditutup sampai informasi lebih lanjut)
9. Taman Nasional Gunung Merbabu (Jalur Suwanting)
Periode: 19–22 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
10. Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Periode: 19 Des 2025 – 31 Mar 2026
Alasan: Perbaikan ekosistem dan kondisi cuaca ekstrem
Bali dan Nusa Tenggara
11. Taman Nasional Gunung Rinjani
Periode: 1 Jan – 31 Mar 2026
Alasan: Perbaikan ekosistem
12. Taman Nasional Tambora
Periode: 24 Des 2025 – 30 Apr 2026
Alasan: Aktivitas gunung
13. Taman Nasional Mutis Timau
Periode: 10 Mar – 5 Apr 2026
Alasan: Cuaca ekstrem
Pulau Kalimantan
14. Taman Nasional Kutai
Periode: 20–21 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
15. Taman Nasional Gunung Palung (Laman Satong)
Periode: 17 Jan 2023 – 31 Des 2026
Alasan: Perbaikan sarpras
16. Taman Nasional Kayan Mentarang
Periode: 18 Mar – 5 Apr 2026
Alasan: Pengelolaan habitat dan pemotongan rumput rutin
Pulau Sulawesi
17. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Periode: 20–21 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
18. Taman Nasional Gandang Dewata
Periode: 28 Des 2025 – 22 Mar 2026
Alasan: Perbaikan pendakian jalur
Maluku dan Papua
19. Taman Nasional Manusela (Pendakian Gunung Binaya)
Periode: Mei 2025 – belum ditentukan
Alasan: Perbaikan ekosistem
TAMAN WISATA ALAM DAN SUAKA MARGASATWA (STATUS TUTUP)
Pulau Sumatera
1. TWA Gunung Permisan
Periode: 18–24 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
2. TWA Gunung Marapi
Periode: Tidak disebutkan
Alasan: Status gunung Level III (Siaga)
3. TWA Malino
Periode: 28 Des 2025 – 22 Mar 2026
Alasan: Perbaikan pendakian jalur
Pulau Jawa
4. TWA Batu Gamping
Periode: 20–22 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
5. TWA Guci (Kabupaten Tegal)
Periode: 21 Des 2025 – 12 Des 2026
Alasan: Revitalisasi objek wisata
6. Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang
Periode: Tidak disebutkan
Alasan: Cuaca ekstrem
Bali dan Nusa Tenggara
7. TWA Sangeh, Panelokan, Danau Buyan/Tamblingan, Gunung Batur
Periode: 18–20 Mar 2026
Alasan: Hari Raya
Pulau Kalimantan
8. TWA Padang Luwai
Periode: 1 Mar – 30 Apr 2026
Alasan: Pemulihan habitat anggrek (pasca kebakaran 2019)
9. Suaka Margasatwa Kelian
Periode: 1 Mar – 30 Apr 2026
Alasan: Pemulihan habitat (terkait kawasan TWA Padang Luwai)
Maluku dan Papua
10. TWA Klamono
Periode: 18–24 Mar 2026
Alasan: Kondisi keamanan
11. TWA Beriat
Periode: 18–24 Mar 2026
Alasan: Kondisi keamanan (Cah/P-3)
Meningkatkan kesiapsiagaan dan persiapan menghadapi lonjakan pengunjung selama libur lebaran, Kementerian Kehutanan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) memberlakukan sistem shift.
KEMENTERIAN Kehutanan melakukan kesiapsiagaan wisata alam selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) di 57 Taman Nasional dan 134 Taman Wisata Alam untuk antisipasi bencana alam.
Hingga 2023, tercatat 72.961 kelahiran satwa. Sementara pelepasan liaran satwa telah dilakukan selama periode 2016 sampai 2023 sebanyak 756.356 individu.
Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 145 taman wisata alam dengan total 580 pintu masuk.
Kemenhut menekankan pada aspek ekologis sebagai prioritas utama, yakni kegiatan pemulihan ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengambil langkah cepat dalam menindaklanjuti dugaan perburuan gajah sumatra.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved