Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yang melanda Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak awal Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026 mengakibatkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan fasilitas pendidikan dan rumah warga terjadi di beberapa kecamatan.
Kondisi ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lembata, dengan Wakil Bupati turun langsung memantau dampak di lapangan.
Berdasarkan data Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Lembata, rangkaian kejadian bencana mulai tercatat pada Jumat, 5 Desember 2025, berupa banjir di Desa Wuakerong. Bencana serupa kembali terjadi di desa yang sama pada Jumat, 12 Desember 2025.
Pada Senin, 8 Desember 2025, banjir melanda Desa Jontona dan memutus akses jalan dari dan ke Lemau, ibu kota Kecamatan Ile Ape Timur. Di hari yang sama, plafon ruang kelas SDK Lewotolok di Podu roboh akibat cuaca buruk, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa.
Selanjutnya, pada Sabtu, 13 Desember 2025, longsor terjadi di Desa Penikenek, sementara pada Sabtu, 27 Desember 2025, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Belobao. Meski tidak dilaporkan korban jiwa, sejumlah fasilitas umum dan milik warga mengalami kerusakan.
Memasuki Triwulan I tahun 2026, potensi dan kejadian bencana hidrometeorologi kembali terjadi. Pada Minggu, 12 Januari 2026, hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menutup badan jalan trans Nagawutung di Desa Imulolong, sehingga mengganggu arus transportasi. Di hari yang sama, talud penahan gedung SDK Lamanuna dilaporkan rubuh sepanjang kurang lebih 60 meter.
Menyikapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir bersama Kepala Dinas Pendidikan, Wenseslaus Pukan serta Kepala Bidang SD langsung menuju lokasi untuk meninjau kerusakan dan memastikan langkah penanganan darurat.
Selain itu, hujan dan angin kencang juga mengakibatkan dapur milik seorang warga, Elisabeth Wadon, di Desa Ebak Aulesa, terbongkar akibat terjangan angin.
Ketua Forum PRB Lembata, Alexander Raring, Senin (12/1/2026), mengingatkan, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama Januari hingga Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang. Pemerintah daerah diminta terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat guna meminimalkan risiko serta dampak bencana bagi masyarakat. (H-2)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved