Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga Akhir Januari

Faishol Taselan
07/1/2026 17:13
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga Akhir Januari
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tinjau operasi modifikasi cuaca(Dok.BPBD Jatim)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menyusul cuaca ekstrem yang diprediski bakal terjadi dalam beberapa hari kedepan.

“Kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini, rencananya akan dilangsungkan hingga akhir Januari 2026,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto di Surabaya, Rabu (7/1).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda untuk awal tahun 2026 memprediksi terjadi cuaca ekstrem hujan deras dan angin kencang. Keputusan memperpanjang OMC ini dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang akan berlanjut hingga awal tahun 2026 ini.

Berdasar rilis BMKG Juanda, musim hujan yang berpotensi menjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur akan berlanjut pada Bulan Januari hingga Februari mendatang.  Diperkirakan, potensi curah hujan di Bulan Januari akan mencapai sekitar 58 persen dan di Bulan Februari akan sebanyak 22 persen.

Karena itulah, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya, normalisasi dan bersih-bersih sungai, menyiagakan personel dan peralatan hingga melakukan sejumlah pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. 

"Atas arahan ibu Gubernur, kami juga  melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem, berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti," ujarnya.

Dikatakan, kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini kini telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah di Selatan Jatim, Selatan Pulau Madura dan beberapa titik di wilayah barat Jatim.

Khusus untuk OMC sepanjang Desember 2025 lalu, jumlahnya mencapai 50 sorti dengan sasaran di berbagai wilayah di Jatim. 

Gatot juga memaparkan laporan kejadian bencana di Jatim sepanjang tahun 2025 yang mencapai sebanyak 531 kejadian. Dari jumlah itu, mayoritasnya didominasi kejadian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor,  yang masing-masing mencapai sejumlah 149, 147 dan 21 kejadian. Umumnya, bencana hidrometeorologi ini disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi secara merata di Jawa Timur. (H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya