Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Banjir Jakarta, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya

Rahmatul Fajri
23/1/2026 15:48
Banjir Jakarta, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya
Gubernur Jakarta Pramono Anung ungkap penyebab banjir Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan hasil pantauan lapangannya terkait penyebab banjir yang merendam seratusan RT di Ibu Kota sejak Kamis (22/1). Menurutnya, penyempitan aliran sungai atau bottleneck menjadi salah satu kendala utama yang membuat debit air hujan tidak mampu dialirkan secara maksimal.

Pramono mengatakan Kali Cakung Lama yang ia tinjau langsung pada Jumat (23/1/2026) pagi perlu tindakan drastis berupa normalisasi untuk memperluas penampang sungai.

"Memang salah satu persoalan yang ada adalah bottleneck atau penyempitan di beberapa sungai yang harus dinormalisasi. Saya sudah menyetujui secara prinsip untuk dilakukan normalisasi di Sungai Cakung Lama," ujar Pramono di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Cuaca Ekstrem dan Rekor Curah Hujan

Selain masalah infrastruktur, Pramono menyoroti fenomena cuaca ekstrem yang melanda Jakarta. Data menunjukkan curah hujan pada Januari 2026 ini jauh di atas rata-rata, dengan puncak tertinggi pada 18 Januari yang mencapai 267 mm per hari.

"Itu angka yang sangat tinggi sekali. Jakarta jarang sekali mengalami curah hujan setinggi itu secara berturut-turut pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari," tambahnya.

Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca

Merespons kondisi tersebut, Pemprov Jakarta memutuskan untuk memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026. Langkah ini diambil guna memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah daratan Jakarta.

Pramono memastikan ketersediaan anggaran untuk operasi ini sangat mencukupi dengan intensitas tiga penerbangan penyemaian awan setiap hari oleh tim gabungan.

"Kami sudah siapkan anggaran untuk OMC selama 30 hari, jadi tidak ada hambatan dana. Kami juga tengah merumuskan SOP penanganan banjir di tiap wilayah terdampak agar proses evakuasi dan pengeringan bisa lebih cepat," tegas Pramono.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, tercatat 132 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang air dengan ketinggian di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya