Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat cuaca ekstrem yakni hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah Indonesia, antara lain di DK Jakarta (171,8 mm/hari), Banten (148,9 mm/hari), Jawa Barat (106,8 mm/hari), dan Sumatra Selatan (86,2 mm/hari) pada Selasa 27 Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, cuaca signifikan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, salah satunya penguatan monsun dingin Asia.
Cuaca ekstrem antara lain diakibatkan oleh aktivitas Monsun Asia yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan terpantau dalam sepekan terakhir. Massa udara dari Asia tersebut bergerak ke arah selatan, memasuki wilayah Indonesia. Peningkatan kecepatan angin tidak hanya teramati di Laut Cina Selatan, namun juga di sekitar Selat Karimata yang mengindikasikan aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS).
Saat bertemu dengan massa udara dari belahan bumi selatan, aliran udara dari Asia tersebut membentuk pola awan memanjang akibat konvergensi antar tropis atau InterTropical Convergence Zone (ITCZ). Pola awan yang terbentuk pada ITCZ tersebut memanjang dari wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafura.
Selain monsun Asia, TC Luana yang saat ini sudah melemah menjadi Pusat Tekanan Rendah juga turut memicu pembentukan pola awan yang memanjang akibat ITCZ dalam sepekan terakhir. Didukung dengan kelembapan yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat, pembentukan awan dan hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, menjadi lebih masif sehingga memicu cuaca ekstrem yang mengakibatkan serangkaian bencana hidrometeorologis dalam sepekan terakhir.
Adapun prakiraan BMKG untuk cuaca sepekan ke depan di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Selain itu, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi yakni :
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Bengkulu, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Awas (Hujan sangat lebat – hujan ekstrem): Jawa Barat.
Angin Kencang: Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat. (H-4)
Menurut dia, kreativitas warga tidak seharusnya dipandang sebagai pelanggaran semata, melainkan potensi kolaborasi.
Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa pembangunan zebra cross tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Layanan pelaporan pendatang sebenarnya telah dibuka sejak 25 Maret 2026 di seluruh titik layanan Dukcapil, mulai dari tingkat Suku Dinas, kecamatan, hingga kelurahan.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat memiliki peran dalam menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan perpustakaan daerah.
Ia menekankan, kebijakan tersebut tidak menjadi kendala bagi Pemprov DKI. Menurutnya, Jakarta telah memiliki kesiapan birokrasi.
BMKG memperingatkan hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi melanda Sulawesi Utara hingga Jumat, dengan Bolmong Raya jadi wilayah paling rawan.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 1 April 2026, cuaca ekstrem kembali berpotensi terjadi di 34 daerah di Jawa Tengah. Selain itu, laut pasang (rob) di perairan utara sedikit menurun
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta periode 1 April 2026.
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta 1 April 2026. Waspada potensi hujan petir di Jakarta Selatan dan Timur pada sore hari. Cek detailnya!
BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan Barat dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved