Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Jakarta Siaga Banjir hingga 12 Februari 2026: BMKG Ingatkan Hujan Sangat Lebat

Putri Rosmalia Octaviyani
09/2/2026 21:41
Jakarta Siaga Banjir hingga 12 Februari 2026: BMKG Ingatkan Hujan Sangat Lebat
Warga berjalan di tengah hujan di Jakarta.(Dok. Antara)

JAKARTA kembali masuk dalam fase kewaspadaan tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya terhitung sejak 9 hingga 12 Februari 2026. Kondisi tersebut membuat potensi banjir Jakarta ikut meningkat.

Kondisi atmosfer menunjukkan adanya penumpukan uap air yang sangat tinggi, mencapai kelembapan 100%, yang memicu pembentukan awan hujan secara kontinu di atas langit Jakarta. Intensitas hujan diprediksi masuk dalam kategori sangat lebat, terutama pada dini hari dan siang hari.

Status Siaga dan Modifikasi Cuaca

Menanggapi ancaman ini, BMKG bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil untuk memecah pertumbuhan awan hujan di wilayah lepas pantai sebelum mencapai daratan Jakarta. Hal ini menjadi krusial mengingat beberapa titik pantau air sudah menunjukkan kenaikan status.

Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta per 9 Februari 2026 pukul 20.30 WIB, Pintu Air Hek Kramat Jati telah menyentuh angka 208 cm atau berstatus Siaga 2.

Wilayah Waspada Banjir

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi akan merata di seluruh wilayah administrasi, termasuk Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang memiliki histori genangan cukup tinggi.

Wilayah Status Puncak Potensi Hujan
Jakarta Utara & Pusat Waspada Dini Hari
Jakarta Barat & Selatan Siaga Pagi - Sore
Jakarta Timur Waspada Siang - Malam

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan mengunduh aplikasi JAKI untuk melaporkan jika terjadi genangan di lingkungan sekitar. Selain itu, pastikan dokumen berharga telah tersimpan di tempat yang aman dan tas siaga bencana sudah disiapkan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiagakan ratusan pompa stasioner dan mobile di titik-titik rawan banjir Jakarta untuk memastikan aliran air menuju drainase utama tidak terhambat. Koordinasi lintas sektor terus diperketat guna meminimalkan kerugian ekonomi dalam Mata Uang Rupiah maupun korban jiwa selama periode cuaca ekstrem ini.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya