Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tak Setuju Jalan Pintas Cegah Banjir dengan OMC, Pramono Tuding Ada Pihak yang Ingin Jakarta Banjir

Mohamad Farhan Zhuhri
28/1/2026 16:42
Tak Setuju Jalan Pintas Cegah Banjir dengan OMC, Pramono Tuding Ada Pihak yang Ingin Jakarta Banjir
Gubernur DKI Pramono Anung(MI/M Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengaku masih ada pihak yang tak senang Jakarta berhasil menanggulangi banjir. Pramono mengatakan, pro dan kontra masyarakat, acap kali terlihat usai mengeluarkan kebijakan, salah satunya penanggulangan banjir yang dijalankan Pemprov DKI.

Hal ini disampaikan Pramono dalam sambutan acara penandatanganan nota kesepahaman antara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan pemprov DKI terkait Peningkatan dan Pengembangan Ketahanan Nasional di DKI Jakarta.

"Saya bilang, apa yang saya lakukan tentunya ada yang senang, ada yang enggak senang. Termasuk modifikasi cuaca. Enggak semuanya orang itu senang bahwa Jakarta enggak banjir. Itu juga ada yang pengen Jakarta banjir," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/1).

Ia mencontohkan salah satu kebijakan yang diambil Pemprov DKI, yakni mengenai pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC). Muncul kritikan dari kebijakan tersebut dari sejumlah pihak.

Menurut Pramono, kritikan tersebut merupakan hal wajar. Namun, ia mengklaim, langkah tersebut diambil semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan publik luas, bukan demi kepentingan kelompok tertentu.

"Modifikasi cuaca yang kami jalankan dikritik, enggak apa-apa. Tetapi kan yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik," ungkap Pramono.

Menurut Pramono, tugas utama seorang pemimpin adalah menyelesaikan persoalan, bukan justru menambah masalah. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang solutif dan tidak terjebak pada konflik internal.

"Rasanya saya selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, hampir satu tahun, bulan ini saya satu tahun, bulan depan saya satu tahun, rasanya saya enggak pernah marah," klaim Pramono.

Dengan demikian, Pramono menyebut pendekatan yang ia gunakan dalam memimpin mengacu pada prinsip solutif dan strategis. Prinsip itu, menurutnya, diterapkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan lama di Jakarta yang belum tuntas pada periode sebelumnya.

“Maka kalau dilihat apa yang saya lakukan, semua kebijakan-kebijakan gubernur yang lama, Gubernur DKI Jakarta maksudnya, yang tidak selesai, bismillah saya selesaikan,” ujar Pramono.

Pramono mencontohkan sejumlah proyek yang kini mulai menunjukkan progres, mulai dari pembongkaran tiang monorel mangkrak, pembangunan jembatan yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Ancol, hingga penyelesaian masalah lahan RS Sumber Waras dan pemanfaatannya.

Ia juga menyinggung pesan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkait penataan dan perlindungan masyarakat adat Betawi yang masih terus diupayakan.

"Apa yang menjadi pesan dari Bang Foke untuk masyarakat adat Betawi. Mudah-mudahan segera selesai. Ini ternyata lebih susah," tutur Pramono.

"Karena negarawan itu sebagai kata kunci pemimpin untuk bisa dalam berpikir apa pun, tidak lagi memikirkan persoalan yang bersifat pribadi, tapi konteks yang lebih luas," lanjutnya. (Far/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya