Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN tunggal bus Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV menabrak pembatas dan terguling di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya diduga akibat kelalaian sopir, Polda Jawa Tengah terjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut kasus ini.
Pemantauan Media Indonesia hingga Senin (22/11) sore, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV menabrak pembatas dan terguling di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, selain memeriksa sopir juga menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA).
Meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya, namun dugaan sementara kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian sopir. "Masih diselidiki dan didalami tim TAA," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto Senin (22/12).
Tim TAA yang diturunkan untuk mengusut kasus ini, ungkap Artanto, masih dilakukan kegiatan olah TKP dan sopir bus Cahaya Trans Gilang Ihsan Faruq (22) tercatat merupakan warga Sumatera Barat masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Semarang, juga polusi meminta keterangan sejumlah saksi.
"Ada dugaan kecelakaan tersebut akibat kelalaian sopir, yakni ketika melaju di jalan menurun dan menikung.tidak dapat mengendalikan kemudinya hingga menabrak pembatas jalan dan terguling," ujar Artanto.
Sopirnya dalam kejadian ini, menurut Artanto, kurang konsentrasi pada saat mengemudikan bus di lokasi kejadian, namun hal ini belum bisa memastikan sopir tersebut mengantuk atau kelelahan, sehingga perlu dilakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
Mencegah kejadian serupa, lanjut Artanto, kepolisian akan melakukan monitoring dan memeriksa para pengemudi bus. "Dalam operasi lilin ini kami mengintensifkan kegiatan yang langsung menuju ke sasaran para sopir supaya tidak mengalami kejadian yang serupa," tambahnya.
Sementara itu keterangan diperoleh dari RSUP Dr Kariadi Semarang menyebutkan 4 korban meninggal dunia sudah diambil pihak keluarga dan dipulangkan untuk dimakamkan ke kampung halaman, sedangkan jenazah korban lainnya menyusul kemudian setelah ada pihak keluarga yang mengurus.
Jenazah korban kecelakaan yang tejah diambil pihak keluarga, yakni Sriwono dari Klaten, Ngatiyem, Sugimo dan Anis Munandar (,ketiganya berasal dari Boyolali yang masih pertalian keluarga). "Betul, jenazah korban langsung diantar ke e rumah masing-masing untuk dimakamkan," ujar Staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Dhofar.
Menurut Muhammad Dhofar pihak rumah sakit dan forensik menargetkan seluruh proses identifikasi dan pemulangan jenazah rampung hari ini, sehingga setelah proses tersebut selesai semua jenazah segera diantarkan ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan. (H-2)
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Sopir bus Cahaya Trans jadi tersangka dalam kasus kecelakaan bus Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Polda Jawa Tengah melakukan pendalaman atas temuan pemalsuan SIM tersebut, termasuk mengusut dugaan adanya sindikat tindak pidana pemalsuan SIM.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Kemenhub, pengelola jalan tol dan kepolisian diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan.
Terjadi kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans yang terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya.
4 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari sudah diambil pihak keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved