Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

16 Penumpang Tewas, Polda Jawa Tengah Turunkan Tim TAA Usut Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang

Akhmad Safuan
22/12/2025 17:38
16 Penumpang Tewas, Polda Jawa Tengah Turunkan Tim TAA Usut Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang
Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo saat memberikan keterangan terkait kecelakaan bus di Tol Krapyak, Semarang yang menewaskan 16 penumpang.(MI/Akhmad Safuan)

KECELAKAAN tunggal  bus Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV menabrak pembatas dan terguling di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya diduga akibat kelalaian sopir, Polda Jawa Tengah terjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut kasus ini.

Pemantauan Media Indonesia hingga Senin (22/11) sore, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV menabrak pembatas dan terguling di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, selain memeriksa sopir juga menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA).

Meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya, namun dugaan sementara kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian sopir. "Masih diselidiki dan didalami tim TAA," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto Senin (22/12).

Tim TAA yang diturunkan untuk mengusut kasus ini, ungkap Artanto, masih dilakukan kegiatan olah TKP dan sopir bus Cahaya Trans Gilang Ihsan Faruq (22) tercatat merupakan warga Sumatera Barat masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Semarang,  juga polusi meminta keterangan sejumlah saksi.

"Ada dugaan kecelakaan tersebut akibat kelalaian sopir, yakni ketika melaju di jalan menurun dan menikung.tidak dapat mengendalikan kemudinya hingga menabrak pembatas jalan dan terguling," ujar Artanto.

Sopirnya dalam kejadian ini, menurut Artanto, kurang konsentrasi pada saat mengemudikan bus di lokasi kejadian, namun hal ini belum bisa memastikan sopir tersebut mengantuk atau kelelahan, sehingga perlu dilakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

Mencegah kejadian serupa, lanjut Artanto, kepolisian akan  melakukan monitoring dan memeriksa para pengemudi bus. "Dalam operasi lilin ini kami  mengintensifkan kegiatan yang langsung menuju ke sasaran para sopir supaya tidak mengalami kejadian yang serupa," tambahnya.

4 Korban Tewas Dipulangkan 

Sementara itu keterangan diperoleh dari RSUP Dr Kariadi Semarang menyebutkan 4 korban meninggal dunia sudah diambil pihak keluarga dan dipulangkan untuk dimakamkan ke kampung halaman, sedangkan jenazah korban lainnya menyusul kemudian setelah ada pihak keluarga yang mengurus.

Jenazah korban kecelakaan yang tejah diambil pihak keluarga, yakni Sriwono dari Klaten, Ngatiyem, Sugimo dan Anis Munandar (,ketiganya berasal dari Boyolali yang masih pertalian keluarga). "Betul, jenazah korban langsung diantar ke e rumah masing-masing untuk dimakamkan," ujar Staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Dhofar.

Menurut Muhammad Dhofar pihak rumah sakit dan forensik menargetkan seluruh proses identifikasi dan pemulangan jenazah rampung hari ini, sehingga setelah proses tersebut selesai semua jenazah segera diantarkan ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya