Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERANGAN yang diperoleh dari RSUP Dr Kariadi Semarang menyebutkan 4 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari sudah diambil pihak keluarga dan dipulangkan untuk dimakamkan ke kampung halaman. Sementara itu, jenazah korban lainnya menyusul kemudian setelah ada pihak keluarga yang mengurus.
Jenazah korban kecelakaan yang telah diambil pihak keluarga, yakni Sriwono dari Klaten, Ngatiyem, Sugimo dan Anis Munandar. Ketiga korban berasal dari Boyolali dan masih ada pertalian keluarga. "Betul, jenazah korban langsung diantar ke e rumah masing-masing untuk dimakamkan," ujar Staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Dhofar.
Menurut Muhammad Dhofar pihak rumah sakit dan forensik menargetkan seluruh proses identifikasi dan pemulangan jenazah rampung hari ini, sehingga setelah proses tersebut selesai semua jenazah segera diantarkan ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.
hingga Senin (22/11) sore, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV menabrak pembatas dan terguling di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, selain memeriksa sopir juga menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA).
Meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya, namun dugaan sementara kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian sopir. "Masih diselidiki dan didalami tim TAA," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto Senin (22/12). (H-2)
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Polda Jawa Tengah melakukan pendalaman atas temuan pemalsuan SIM tersebut, termasuk mengusut dugaan adanya sindikat tindak pidana pemalsuan SIM.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Kemenhub, pengelola jalan tol dan kepolisian diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan.
Terjadi kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans yang terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari hingga menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya.
Polda Jawa Tengah melakukan pendalaman atas temuan pemalsuan SIM tersebut, termasuk mengusut dugaan adanya sindikat tindak pidana pemalsuan SIM.
Kemenhub, pengelola jalan tol dan kepolisian diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan.
Kendaraan melintas di tempat kejadian perkara kecelakaan bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV di ruas simpang susun pintu keluar tol Krapyak, Semarang.
Selain olah TKP, petugas melakukan indentifikasi korban dan meminta keterangan saksi terkait kecelakaan bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak.
Berdasarkan pengecekan melalui aplikasi MitraDarat, bus Cahaya Trans tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved