Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jelang Nataru, Pemprov Jabar Pastikan Stok Barang Pokok Aman, Pantau Harga Cabai

Naviandri
14/12/2025 22:10
Jelang Nataru, Pemprov Jabar Pastikan Stok Barang Pokok Aman, Pantau Harga Cabai
Ilustrasi(Dok ANTARA)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memastikan ketersediaan stok barang pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (natetu) 2025-2026 dalam kondisi aman. Meski demikian, langkah antisipasi dan mitigasi tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Nining Yuliastiani kemarin mengatakan, meskipun secara umum stok aman, pihaknya memberikan perhatian khusus pada komoditas yang secara historis fluktuatif, seperti bawang merah, cabai, minyak goreng, daging ayam ras dan telur ayam ras.

"Khusus untuk daging ayam ras dan telur ayam ras, posisi Jabar saat ini surplus. Dalam tata niaga, Jabar bahkan menjadi pemasok bagi provinsi lain seperti Jakarta, meskipun ada juga pasokan silang dari wilayah lain. Yang kami cermati saat ini adalah koordinasi agar kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan komoditas ini secara harian tetap terpenuhi tanpa mengganggu stok pasar," ungkapnya.

Menurut Nining, untuk meredam potensi lonjakan harga dan memastikan daya beli masyarakat terjaga, Pemprov Jabar telah menyiapkan serangkaian intervensi konkret. Pertama, terkait komoditas beras, pemerintah bekerja sama dengan Bulog menyalurkan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium. Beras ini dapat diakses masyarakat di pasar rakyat, ritel modern, hingga outlet pangan Pemda dengan harga sesuai HET senilai Rp62.500 per 5 kilogram. Kedua, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar secara masif sebanyak 300 kali sepanjang bulan Desember ini, melibatkan kolaborasi APBN, APBD Provinsi/Kabupaten/Kota, dan pihak mandiri.

"Selain itu, intervensi strategis lainnya adalah Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI). Program ini dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Barat dengan memilih kecamatan kriteria daya beli rendah pada minggu ketiga Desember 2025. Dalam OPADI, masyarakat mendapatkan paket barang pokok berisi 3 kg beras premium, 1 liter minyak goreng premium, 1 kg gula pasir, dan 1 kg tepung terigu," jelasnya.

Harga pasar paket tersebut lanjut Nining, sekitar Rp96.700 namun disubsidi oleh pemprov, sehingga masyarakat cukup membayar Rp40.000 per paket. Dengan sasaran mencapai 100.447 Penerima Manfaat. Untuk komoditas minyak goreng, khususnya Minyakita, distribusi kini diperkuat melalui BUMN Pangan (Bulog dan ID Food) dengan target distribusi minimal 35 persen untuk mempercepat jangkauan ke masyarakat.

Mitigasi Cuaca dan Kelancaran Distribusi

Menanggapi kekhawatiran gangguan panen akibat musim hujan, khususnya pada komoditas cabai, Disperindag Jabar telah melakukan optimalisasi penyerapan hasil panen di sentra produksi. Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat, serta 6.479 ton cabai rawit merah.

"Strateginya adalah mendorong kerja sama antarprodusen di hulu, yakni petani andalan, dengan pelaku usaha di hilir. Selain itu, untuk BBM dan LPG, kami berkolaborasi dengan Pertamina guna memperkuat manajemen stok, terutama di area wisata dan wilayah rawan bencana," bebernya.

Nining juga mengimbau masyarakat Jabar agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, atau belanja berlebihan.
Belanjalah sesuai kebutuhan, tidak perlu menimbun. 

"Pemerintah terus melakukan pengawasan terpadu distribusi baik bersama Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan maupun Satgas Pangan Polri untuk memastikan ketersediaan stok. Jadilah konsumen yang kritis, berdaya, dan turut mengawasi transaksi perdagangan," sambungnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik