Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN harga berbagai komoditas kebutuhan pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, relatif masih terkendali, Selasa (16/12). Kondisi itu kemungkinan karena belum ada peningkatan permintaan yang signifikan.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, M Rifki, mengatakan fluktuasi harga berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat masih cukup terkendali. Pun, saat ini menghadapi momen Nataru, kondisinya bisa dikatakan cukup stabil.
"Ada pergerakan harga pada beberapa komoditas, tapi tidak signifikan," kata Rifki, Selasa (16/12).
Data Diskumindag setempat di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, pada komoditas beras, untuk jenis Ciherang Cianjur I harganya rata-rata kisaran Rp14.800 per kg, beras Ciherang Cianjur ll Rp14 ribu per kg beras Ciherang Sukabumi Rp. 14.800 per kg, beras premium kelas I Rp14.400 per kg, dan beras premium II Rp14 ribu per kg. Sedangkan beras medium I kisaran Rp13.100 per kg dan beras medium lokal terendah Rp12.400 per kg.
Komoditas pangan yang cukup sering berfluktuasi yaitu cabai. Namun saat ini harganya relatif stabil.
Cabai merah besar TW misalnya, harganya rata-rata kisaran Rp55 ribu per kg, cabai hijau besar Rp30 ribu per kg, cabai merah lokal Rp45 ribu per kg, cabai keriting merah Rp60 ribu per kg, cabai keriting hijau Rp25 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp70 ribu per kg, dan cabai rawit merah Rp90 ribu per kg.
"Per hari ini, komoditas yang harganya terpantau naik hanya kemiri. Semula Rp50 ribu per kg, naik jadi Rp60 ribu per kg," tuturnya.
Rifki mengatakan, sejauh ini penaikan harga berbagai komoditas pangan tidak sampai menimbulkan gejolak. Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga yang selanjutnya dikoordinasikan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Koordinasi ini untuk memastikan langkah seandainya terjadi penaikan harga di lapangan. Sehingga, upaya yang kami lakukan bisa menekan laju inflasi serta mengendalikan harga dan pasokan," pungkasnya. (H-2)
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
HARGA cabai merah keriting di Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir akibat pasokan mulai normal.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen, harga kacang panjang Rp21 ribu per kilogram, naik 75 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Harga komoditas cabai rawit merah semakin melonjak menyentuh angka Rp95.000 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp38.750 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved