Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Di Kota Bandung, Jelang Nataru Stabilisasi Harga Pangan seperti Harga Cabai Jadi Prioritas

Naviandri
16/12/2025 08:59
Di Kota Bandung, Jelang Nataru Stabilisasi Harga Pangan seperti Harga Cabai Jadi Prioritas
Ilustrasi(Dok Diskominfo Bandung)

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru, (Nataru) Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandung.  Kenaikan harga komoditas strategis, seperti cabai, menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Farhan meminta Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta instansi terkait memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional maupun modern. Operasi pasar diminta diperkuat guna menekan lonjakan harga dan mencegah spekulasi.

“Stabilitas harga adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” terangnya.

Menurut Farhan, pengendalian harga pangan dipandang sebagai bagian dari perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan langkah antisipatif ini, Pemkot Bandung berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan situasi ekonomi tetap kondusif menjelang akhir tahun. 

Farhan juga menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif dan berada pada jalur yang tepat pada Desember 2025. Namun, di balik capaian tersebut, persoalan ketimpangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius.

"Berdasarkan data terkini, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung berada dalam trajektori yang baik. Pada semester pertama, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,46 persen, sementara pada triwulan ketiga mencapai 5,23 persen.  Selain itu, tingkat kemiskinan menurun hingga 3,78 persen dan tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan," bebernya.

Meski demikian, ketimpangan sosial masih tergolong tinggi, tercermin dari gini ratio Kota Bandung yang berada di angka 0,4, lebih tinggi dibandingkan standar nasional yang berada di kisaran 0,3.

“Ketimpangan ini menjadi fokus kami untuk berbenah. Jumlah penduduk miskin memang berkurang, tetapi kualitas kemiskinan masih menjadi tantangan karena ada kelompok masyarakat yang justru semakin rentan,” tutupnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya