Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai Tembus Rp80.000 per Kg di Pasar Gedhe Klaten, Bawang Merah Bawang Putih Ikut Melonjak

Djoko Sardjono
17/12/2025 21:05
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai Tembus Rp80.000 per Kg di Pasar Gedhe Klaten, Bawang Merah Bawang Putih Ikut Melonjak
Suasana Pasar Gedhe Klaten(MI/DJOKO SARJONO)

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat khususnya cabai tidak terkendali di Pasar Gedhe Klaten.

Sementara, kenaikan harga cabai di pasar tradisional yang tidak terkendali itu juga dipengaruhi pasokan yang kurang lancar (tersendat) di musim hujan ini.

Pantauan di pasar tradisional tersebut, Rabu (17/2), harga berbagai jenis cabai di pedagang sejak awal pekan lalu  menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

Harga cabai rawit merah telah tembus Rp80.000 per kg, cabai besar Rp70.000 per kg, cabai keriting Rp75.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp60.000 per kg.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Gedhe Klaten, Triyanti, mengatakan kenaikan harga cabai karena momen menjelang parayaan Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan harga bahan pangan juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Saat ini, harga bawang merah Rp55.000 dan bawang putih Rp40.000 per kg.

“Ya, harga hampir semua komoditas pangan di pedagang naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Triyanti, saat ditemui Media Indonesia di kiosnya.

Senada diungkapkan Slamet, bahwa kenaikan harga bahan pangan itu hal biasa setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, termasuk menjelang Hari Raya Lebaran.
 
Harga telur ayam broiler di pasar sekarang Rp29.000 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan daging sapi hasil dari RPH Klaten Rp125.000 per kg,” imbuhnya.

Kemudian, harga beras di Pasar Gedhe Klaten masih bertahan tinggi. Beras medium Rp14.000-Rp14.500 per kg, dan premium (khusus) Rp16.000-Rp16.500 per kg.

Menurut Sunarti, pedagang beras, harga bahan pokok pangan ini bertahan tinggi hingga sekarang karena pembelian dari penggilingan padi/beras juga sudan mahal. 

“Untuk beras medium pembelian dari penggilingan Rp13.700-Rp13.800 per kg. Jadi, kami hanya untung sedikit, belum termasuk biaya plastik dan angkutan,” jelasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik