Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan pasokan bahan pokok hingga saat ini masih mencukupi pasca terjadi bencana di sejumlah daerah penghasil.
Pemko melakukan pemantauan lapangan dipastikan bahwa pasokan masih tersedia, dan mencukupi kebutuhan warga Kota Pekanbaru.
"Sejauh ini masih normal (pasokan bahan pokok). Karena mungkin belum terdampak langsung ya, karena kan bencana nya baru kemarin," kata Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (11/12).
Menurutnya, dampak baru akan dirasakan pada bulan depan. Karena terjadi gagal panen akibat cuaca buruk atau gangguan panen lainnya.
Ia tidak menampik, mayoritas bahan pokok yang didatangkan ke Kota Pekanbaru dari daerah yang saat ini terdampak bencana banjir bandang, dan tanah longsor.
Ada tiga provinsi yang terdampak bencana, di antaranya Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Provinsi Aceh.
Walaupun beberapa daerah pemasok alami bencana alam, menurutnya masih ada pasokan yang datang dari daerah lain seperti dari Pulau Jawa.
"Ya (harga tinggi) memang cabai merah, dan sayur-sayuran yang sumbernya dari Provinsi tetangga yang saat ini alami bencana alam," jelasnya.
Ia mengungkapkan, Pemko Pekanbaru tidak tinggal diam dengan kemungkinan terjadinya minim pasokan dan kenaikan harga.
Pemko menjalin komunikasi dengan beberapa daerah penghasil lainnya guna memastikan tidak terjadi hambatan pasokan bahan pokok.
"Pemko Pekanbaru juga melakukan pasar murah guna menekan kenaikan beberapa harga bahan pokok," pungkasnya.(H-2)
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, harga telur, cabai, dan bawang di Kota Sukabumi mulai turun. Simak daftar harga pangan terbaru dan stok bapokting di sini.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
Di Pasar Tradisional Kite Sungailiat Bangka, harga cabai merah keriting mencapai Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp45 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved