Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah kebutuhan terutama cabai, bawang merah dan sayuran melonjak di Jawa Tengah terjadi akibat produksi menurut, hal itu dipicu intensitas hujan yang tinggi hingga panen berkurang, sementara itu menjelang Natal dan tahun baru kebutuhan meningkat.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (13/12) harga kebutuhan di pasar tradisional di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih tinggi terutama produk pertanian seperti cabai, bawang merah dan sayuran, sehingga membuat warga kelimpungan dan pemerintah daerah melakukan intervensi dengan menggelar pasar murah terutama cabai untuk menstabilkan harga.
Hingga saat ini harga cabai di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berkisar Rp80 ribu-Rp100 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah berkisar Rp50 ribu-Rp65 ribu per kilogram, sedangkan sayuran seperti sawi, boncis, wortel, kentang dan lainnya Rp6 ribu-Rp8 ribu per kilogram, telur Rp29 ribu-Rp30 ribu dan daging ayam Rp38 ribu-Rp39 ribu per kilogram.
"Harga sayuran masih tinggi, hanya kangkung yang turun dari sebelumnya Rp5 ribu menjadi Rp3 ribu per ikat," kata Sarnawi,50, seorang pedagang di Pasar Grosir Sayuran Ngasem, Bandungan, Kabupaten Semarang Sabtu (13/12).
Hal serupa juga diungkapkan Purwanto,55, pedagang besar bawang merah di Pasar MAJT Kota Semarang, bahwa lonjakan harga bawang ini terjadi karena banyak petani di daerah sentra produksi bawang merah seperti Brebes, Pemalang, Demak, Grobogan dan Pati belum memasuki masa panen, bahkan akibat hujan terjadi penurunan pasokan cukup besar.
Pada kondisi normal, lanjut Purwanto, biasanya mendapatkan pasokan bawang merah dari sejumlah daerah tersebut hingga 3 truk (24 ton) per hari yang kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang dan sekitarnya, namun untuk saat ini hanya mendapat pasokan sekitar 1 truk (8 ton). "Padahal permintaan di Nataru naik," tambahnya.
Pedagang besar cabai di Pasar Johar Semarang Abdul Latief,48, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan barang terutama untuk cabai rawit merah, sedangkan permintaan dari para bakul di sejumlah pasar tradisional meningkat, hal ini karena saat musim penghujan terjadi penurunan produksi di sejumlah sentra seperti Temanggung, Pemalang, Pati dan Demak.
Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah July Emmylia mengatakan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan tersebut terjadi akibat saat ini sedang berlangsung musim hujan sehingga produksinya menurun, sedangkan kebutuhan dan permintaan barang jelang Nataru meningkat.
"Kita lakukan intervensi dengan menggelar banyak operasi pasar terutama cabai yang mengalami lonjakan cukup tinggi untuk menstabilkan harga dan menjaga daya beli terjangkau di masyarakat," ujar July Emmylia.
Intervensi yang dilakukan pemerintah ini, menurut July Emmylia, menjadikan harga cabai berangsur-angsur dapat terkendali dan turun dari sebelumnya diatas Rp90 ribu per kilogram kini menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu per kilogram, sehingga diharapkan harga terus dapat stabil hingga saat Nataru mendatang.
Selain meng intervensi dengan menggelar sejumlah operasi pasar, demikian July Emmylia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait juga melakukan pengamanan distribusi barang dan terus memantau ketersediaan barang secara real time melalui aplikasi Sejagat terutama untuk kebutuhan pokok. (H-2)
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, harga telur, cabai, dan bawang di Kota Sukabumi mulai turun. Simak daftar harga pangan terbaru dan stok bapokting di sini.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
HARGA cabai merah keriting di Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir akibat pasokan mulai normal.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen, harga kacang panjang Rp21 ribu per kilogram, naik 75 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved