Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bengkulu Turun Jadi Rp80 Ribu per Kilogram, Harga Ayam Naik

Marliansyah
13/12/2025 14:16
Jelang Nataru, Harga Cabai di Bengkulu Turun Jadi Rp80 Ribu per Kilogram, Harga Ayam Naik
Ilustrasi(MI/Marliansyah)

HARGA komoditas cabai merah keriting  di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun jadi Rp80 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir .

Harga komoditas cabai merah keriting  di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi  Rp80 ribu per kilogram sejak sepekan  terakhir  di sejumlah pasar tradisional.

Jini 41, pedagang cabai di pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengatakan, harga cabai mengalami penurunan sebesar Rp20 ribu jika dibandingkan sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.

"Sejak sepekan terakhir harga komoditas cabai turun meskipun stok cabai notmal" katanya 

Stok cabai, lanjut dia, normal tapi harga masih tinggi sehingga penjual sepi pembeli 

Selain itu, harga ayam potong dan telur ayam disejumlah pasar di Kota Bengkulu, naik menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru)  2026.

Harga ayam dan telur mengalami peningkatan yang naik cukup signifikan menjelang Nataru.

Joni, 51, pedagang ayam potong di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, di Bengkulu, mengatakan, harga Ayam terus mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp40 ribu selama sepekan terakhir.

"Jika harga ayam naik, maka daya beli berkurang sehingga pedagang mengalami kerugian akibat sepi pembeli," imbuhnya.

Kenaikan harga, lanjut dia, akibat pasokan ayam yang berkurang dan adanya program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, harga  telur ayam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari sebelumnya Rp50 ribu per karpet yang berisi 30 butir mencapai Rp65 ribu.

Tono, 42,  pedagang telur di Pasar Minggu, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan menurunnya pasokan dari peternak.

"Kenaikan akibat pasokan yang berkurang juga permintaan telur meningkat karena adanya program MBG yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar," imbuhnya.

Sebagian pembeli, kata dia, mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut namun tetap membeli tapi dalam jumlah sedikit karena kebutuhan. 

Pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar pasokan normal kembali dan harga bisa stabil. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya