Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai merah keriting di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung mengalami kenaikan signifikan akibat pasokan yang belum memadai dari luar daerah.
Seperti di Pasar Tradisional Kite Sungailiat Bangka, harga cabai merah keriting mencapai Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp45 ribu per kilogram.
"Harga cabai merah per kilogram, Rp70 ribu per kilogram, dari harga awalnya Rp.45 ribu per kilogram," kata Mita, salah satu pedagang di Pasar KITE Sungailiat, Rabu (02/11).
Ia meneruskan, selain cabai merah keriting,harga wortel juga mengalami kenaikan dari Rp18.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.
Kenaikan ini menurutnya, disebabkan karena belum adanya pasokan dari luar daerah, sehingga pasokan cabai merah sangat bergantung pada hasil lokal.
"Untuk cabai rawit, harga masih stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram."ujarnya.
Ia mengaku kenaikan harga cabai merah keriting dan wortel ini dikeluhkan oleh pembeli karena menambah beban pengeluaran mereka.
"Karena harha cabai merah mahal, berimbang berkurangnya daya beli masyarakat,"ucapnya.(H-2)
Mayoritas bahan pokok seperti cabai, bawang merah yang didatangkan ke Kota Pekanbaru dari daerah yang saat ini terdampak bencana banjir bandang, dan tanah longsor.
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved