Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sepanjang Januari Ditemukan 20 Kasus DBD di Bangka

Rendy Ferdiansyah
03/2/2026 09:13
Sepanjang Januari Ditemukan 20 Kasus DBD di Bangka
Fogging menjadi salah satu upaya Pemkab Bangka menekan kasus DBD(MI/Rendy Ferdiansyah)

SEPANJANG Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bangka,  gencar melakukan upaya penekanan penyebaran kasus DBD dengan menggelar gerakan membersihkan sampah di kawasan padat penduduk.
 
Staf Ahli Bupati Bangka bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra, mengatakan gerakan pembersihan sampah tersebut merupakan langkah pencegahan dini untuk menghambat penyebaran DBD.  "Gerakan membersihan sampah di lingkungan padat penduduk sebagai cara dini mencegah penyebaran kasus DBD," kata Boy, Senin (2/2).
 
Menurutnya, kondisi cuaca panas saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan lingkungan rumah tangga, terutama setelah beberapa wilayah di Kabupaten Bangka terdampak banjir akibat curah hujan tinggi sebelumnya.

 "Penyebaran DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih," ujar Boy Yandra yang juga menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung.
 
Boy Yandra mengakui, DBD masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan di Kabupaten Bangka mengingat tingkat penyebarannya tergolong tinggi. 

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mencatat, pada 2025 tercatat sebanyak 384 kasus DBD. Sedangkan pada Januari 2026 saja, sudah ditemukan 20 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Sungailiat, Belinyu, dan Riau Silip.
 
"Puluhan penderita DBD tersebut sudah mendapatkan penanganan dari tim medis di puskesmas setempat. Selain itu, juga dilakukan tindakan fogging untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa penyebab DBD," sebutnya.
 
Ia optimistis  angka kasus DBD pada 2026 dapat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya jika kesadaran masyarakat akan perilaku hidup bersih dan sehat dapat tertanam dengan baik.

"Jentik nyamuk aedes aegypti suka berkembang biak di lingkungan yang tidak dijaga kebersihan, termasuk di genangan air yang tergenang lama," terangnya.
 
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera membawa anggota keluarga yang menunjukkan gejala DBD seperti nyeri otot, demam tinggi, sakit kepala, mual, dan muntah ke fasilitas kesehatan terdekat. 

"Tim kesehatan akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi atau tindakan untuk menemukan sumber penularan di lingkungan sekitar pasien," ucapnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya