Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Kecelakaan Tambang di Bangka, Enam Tewas, Satu masih Dicari

Rendy Ferdiansyah
03/2/2026 13:59
Kecelakaan Tambang di Bangka, Enam Tewas, Satu masih Dicari
Proses evakuasi korban.(MI/Rendy)

SEBANYAK tujuh pekerja tambang tertimbun longsor tanah di lokasi tambang eks Pondi, Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung

Enam orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu lagi masih dalam proses pencarian yang terus dilakukan hingga kini.

Tim SAR gabungan dengan mengerahkan dua ekskavator untuk melanjutkan upaya pencarian satu korban yang belum ditemukan. Sebelumnya, pada Senin (2/2) malam, enam korban yang merupakan pendatang asal Pandeglang Provinsi Banten ditemukan tidak bernyawa.

Keenam korban kemudian dievakuasi oleh tim rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kepala Basarnas Pangkalpinang Mickel Rahman Junika mengatakan tim masih melakukan upaya pencarian satu korban yang belum ditemukan.

"Tadi malam hingga pukul 23.00 WIB kami sudah menemukan enam korban. Semua dalam kondisi meninggal dunia. Satu orang belum ditemukan," kata Mickel, Selasa (3/2).

Ia menyebutkan ketujuh korban tersebut bernama Soleh, Abej, Atek, Abdul Manap, Alat, Samsung, dan Salam. "Semua korban berasal dari Pandeglang, Banten," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, enam korban yang ditemukan sudah dimasukkan ke peti mati di ruang jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailiat. "Saat ini masih menunggu satu korban lagi. Jika ditemukan, mereka semua akan dipulangkan ke daerah asalnya di Banten."

Rencananya ketujuh korban akan diterbangkan ke kampung halaman mereka melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Lokasi eks tambang Pondi yang merenggut enam nyawa merupakan wilayah dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Mirisnya, di lokasi tersebut terjadi penambangan pasir timah secara ilegal skala besar, padahal akses pintu masuk ke lokasi tambang dijaga oleh pihak keamanan PT Timah. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya