Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Berkah Ramadhan, Pedagang Lemang Bambu Kebanjiran Pesanan

Rendy Ferdiansyah
01/3/2026 13:32
Berkah Ramadhan, Pedagang Lemang Bambu Kebanjiran Pesanan
Kesibukan Asmi dan Keluarga memproduksi lemang bambu.(MI/Rendy Ferdiansyah)

Beginilah suasana produksi lemang bambu di kawasan Desa Kace, Kabupaten Bangka yang mulai sibuk sejak pukul satu dini hari. Di tengah warga sedang tertidur pulas, Asmi bersama keluarganya justru disibukkan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat lemang bambu.

Lemang merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, santan, dan sedikit garam. Cara mengolahnya tidaklah sulit, cukup campur semua bahan kemudian dimasukkan ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi daun pisang muda sebelum dimasak menggunakan bara api dari kayu bakar. Proses memasak lemang membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Bara api yang stabil menghasilkan aroma khas yang menggoda selera, menjadikan lemang sebagai menu favorit masyarakat saat berbuka puasa maupun hidangan khas hari raya. Asmi merupakan pedagang lemang bambu musiman yang hanya berjualan saat Ramadhan serta hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Usaha musiman ini diakuinya sudah ditekuni dirinya bersama keluarga sejak tahun 2010 silam.

Setiap harinya, Asmi mengatakan mampu menjual hingga delapan puluh batang lemang bambu dengan harga per batang Rp40 ribu. "Pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pelanggan tetap yang memesannya sejak jauh hari," katanya.

Namun, ia berkisah, sejak pandemi Covid-19, penjualan miliknya mengalami penurunan cukup signifikan. Jika sebelumnya ia mampu menjual hingga 125 batang per hari, kini hanya mampu menjual lima puluh hingga 80 batang per hari. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena di bulan Ramadhan ini pesanan kembali meningkat, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menurut Asmi, penjual lemang bambu, naiknya harga bahan baku membuat harga jual lemang bambu pada Ramadhan tahun ini naik menjadi Rp40 ribu rupiah per batang. Padahal sebelumnya hanya Rp24 ribu rupiah per batang. Kendati ada kenaikan, pembeli memakluminya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya