Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang berikan peringatan status siaga terhadap 11 daerah di Jawa Tengah Selasa (18/11), diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Cuaca di Jawa Tengah Senin (17/11) pagi berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi, bahkan hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpeluang mengguyur di 31 daerah yakni di Jawa Tengah bagian barat, tengah, timur, Pantura dan Solo Raya.
Kondisi semakin cuaca memburuk diperkirakan terjadi pada Selasa (18/11) karena berpotensi dilanda hujan lebat-sangat lebat di 11 daerah di Jawa Tengah berstatus siaga, sehingga diminta warga untuk bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.
"Awas, potensi cuaca buruk berlangsung di 11 daerah pada Selasa (18/11) diminta warga di daerah tersebut untuk siaga menghadapi cuaca hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang dan sambaran petir," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Senin (17/11).
Berdasarkan pengamatan dinamika cuaca, ungkap Risca Maulida, daerah di Jawa Tengah berpotensi terjadi cuaca semakin memburu dan berstatus siaga pada Selasa (18/11) yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung dan Kabupaten/Kota Magelang.
Menurut Risca Maulida pada Senin (17/11) cuaca hujan dengan intensitas hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan sambaran petir juga berpotensi di 31 daerah di Jawa Tengah, sehingga diminta untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi baik itu di kawasan pegunungan, dataran tinggi maupun dataran rendah.
Puluhan daerah di Jawa Tengah berpotensi hujan sedang-lebat, lanjut Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Sukoharjo, Wonogiri, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Magelang, Surakarta, Salatiga, Tegal, Bumiayu dan Ambarawa.
Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, demikian Risca Maulida, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen, gelombang di perairan utara 0,1-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter. (H-2)
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Seluruh titik genangan di wilayah permukiman saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved