Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKIT mereda dibanding sebelumnya, cuaca ekstrem masih berpotensi di 20 daerah di Jawa Tengah terutama Solo Raya Senin (3/11), diminta warga untuk mewaspadai kembali bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
Cuaca pagi pada umumnya berawan, Senin (3/11), namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi di 20 daerah di Jawa Tengah terutama Solo Raya.
Daerah di Pantura Jawa Tengah bencana banjir juga masih terjadi, meskipun hujan sedikit mereda namun air laut pasang (rob) masih berlangsung pada pukuln 03.00-06.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter. "Tetap waspadai banjir rob di sejumlah daerah di Pantura," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Doni Prastio Senin (3/11).
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Doni Prastio, mengakibat banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati tudak kunjung surut, bahkan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N secara terpisah mengatakan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung di 20 daerah di Jawa Tengah, sehingga diminta warga tetap kewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi terutama di daerah Solo Raya dan sebagian Jawa Tengah bagian selatan.
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Arif, berlangsung di daerah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Temanggung, Kajen, Slawi, Magy, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah lain di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, ungkap Arif, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,1-0,5 meter dan di perairan selatan 1,25-2,5 meter.(H-2)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved