Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi 1 Syawal 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

 Gana Buana
14/3/2026 13:15
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi 1 Syawal 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Lebaran 2026 Tanggal Berapa?(Dok. Freepik)

MENJELANG akhir Ramadhan 1447 H, masyarakat mulai bertanya-tanya Lebaran 2026 tanggal berapa. Berdasarkan data astronomi terbaru dari BMKG dan Lembaga Falakiyah PBNU, penetapan 1 Syawal 2026 di Indonesia berpotensi mengalami perbedaan antara metode hisab global dan rukyatul hilal pemerintah.

Hingga saat ini, Sabtu (14/3), umat Muslim tengah menjalani hari-hari terakhir Ramadhan. Ketidakpastian tanggal Idul Fitri menjadi perhatian utama bagi pemudik yang ingin mengatur jadwal keberangkatan.

Jadwal 1 Syawal 2026 Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Syawal 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Bagi warga Muhammadiyah, kepastian tanggal ini sudah bersifat final, sehingga persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri dapat dilakukan lebih awal.

Prediksi Pemerintah dan NU: Potensi Sabtu, 21 Maret 2026

Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) baru akan menetapkan 1 Syawal 2026 setelah Sidang Isbat yang digelar pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Namun, data falakiyah menunjukkan posisi hilal pada Kamis malam tersebut masih sangat rendah. Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal baru dianggap sah jika mencapai tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Analisis Data Hilal 19 Maret 2026:

  • Tinggi Hilal: 0,91° - 3,13° (Belum stabil di angka 3°)
  • Elongasi: 4,54° - 6,1° (Di bawah syarat 6,4°)
  • Kesimpulan: Hilal diprediksi mustahil terlihat (rukyat), sehingga Ramadhan kemungkinan besar digenapkan menjadi 30 hari (Istikmal).

Jika istikmal terjadi, maka Pemerintah dan NU kemungkinan besar akan menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Fenomena "Libur Emas" Lebaran 2026

Terlepas dari perbedaan tanggal, tahun 2026 menghadirkan fenomena libur panjang yang unik. Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, berdekatan dengan rangkaian cuti bersama Lebaran.

Pemerintah telah menetapkan rangkaian libur nasional dan cuti bersama yang memungkinkan masyarakat menikmati masa libur hingga 10 hari berturut-turut, mulai dari 18 Maret hingga 24 Maret 2026.

Fakta Menarik Seputar Lebaran 2026 (FAQ)

1. Lebaran 2026 tanggal berapa menurut Muhammadiyah?
Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

2. Kapan Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 2026?
Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

3. Mengapa ada potensi perbedaan tanggal Lebaran?
Perbedaan terjadi karena perbedaan kriteria; Muhammadiyah menggunakan Wujudul Hilal Global, sementara Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (3 derajat tinggi, 6,4 derajat elongasi).

4. Berapa harga emas Antam hari ini menjelang Lebaran?
Per Sabtu, 14 Maret 2026, harga emas Antam berada di level Rp2.997.000 per gram, mengalami penurunan sebesar Rp24.000 dari hari sebelumnya. (Lembaga Falakiyah PBNU/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya