Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Perbandingan Metode Hisab vs Rukyat Penentu Lebaran 2026 Idulfitri 1447 H

Media Indonesia
14/3/2026 15:40
Perbandingan Metode Hisab vs Rukyat Penentu Lebaran 2026 Idulfitri 1447 H
Ilustrasi(Freepik.com)

 

Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah, terutama Idulfitri 1447 H, kembali menjadi perhatian publik. Perbedaan ini bukan tanpa alasan, melainkan bersumber dari dua metodologi berbeda yang digunakan oleh organisasi keagamaan dan pemerintah di Indonesia.

1. Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal (Muhammadiyah)

Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini murni menggunakan perhitungan astronomis untuk menentukan posisi bulan tanpa perlu melakukan pengamatan mata (rukyat).

  • Prinsip: Asalkan posisi bulan sudah berada di atas ufuk (lebih dari 0 derajat) saat matahari terbenam setelah terjadi konjungsi, maka esok hari dinyatakan sebagai bulan baru.
  • Kelebihan: Memberikan kepastian tanggal jauh-jauh hari, memudahkan perencanaan bagi masyarakat dan pemerintah.
  • Penetapan 2026: Berdasarkan metode ini, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

2. Metode Imkanur Rukyat MABIMS (Pemerintah & NU)

Pemerintah RI melalui Kementerian Agama menggunakan metode Imkanur Rukyat yang dipadukan dengan hasil Sidang Isbat. Metode ini berpegang pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

  • Kriteria MABIMS: Hilal baru dianggap "mungkin terlihat" jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
  • Prinsip: Jika hasil perhitungan (hisab) menunjukkan posisi hilal di bawah angka tersebut, maka harus dibuktikan melalui pengamatan lapangan (rukyat). Jika tidak terlihat, bulan berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.
  • Prediksi 2026: Karena posisi hilal pada 19 Maret 2026 diprediksi masih di bawah 3 derajat, maka Pemerintah kemungkinan besar menetapkan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Fitur Perbandingan Hisab Muhammadiyah Rukyat Pemerintah (MABIMS)
Ambang Batas Tinggi > 0 Derajat Min. 3 Derajat
Ambang Batas Elongasi Tidak Dipersyaratkan Min. 6,4 Derajat
Dasar Penentuan Perhitungan Matematis Perhitungan + Observasi Lapangan

Kesimpulan: Perbedaan ini adalah hal yang lumrah dalam ijtihad keagamaan. Yang terpenting adalah menjaga semangat toleransi dan kebersamaan dalam merayakan hari kemenangan.

Pemerintah akan mengambil keputusan final melalui Sidang Isbat yang mengumpulkan data dari ratusan titik pemantauan hilal di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Renungan Ramadan
Cahaya Hati
Tafsir Al-Misbah