Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berlangsung di 27 daerah di Jawa Tengah Kamis (13/11) dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah kawasan dan air laut pasang (rob) 1,1 meter juga berlangsung di perairan utara Jawa Tengah.
Pada pagi umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem kembali berpotensi di 27 daerah Jawa Tengah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.
Sementara itu meskipun cuaca berawan, di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung gelombang tinggi mencapai 1,25-2,5 meter cukup beresiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot serta air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1,1 meter.
"Waspadai gelombang tinggi dan rob di perairan utara Jawa Tengah, karena selain berisiko terhadap kegiatan pelayaran juga berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.
Gelombang tinggi di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Wahyu Sri Mulyani, berlangsung di perairan Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, Pati-Rembang mencapai ketinggian 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun penyeberangan antar pulau.
Sedangkan air laut pasang (rob) pada pukul 01.00-05.00 WIB, menurut Wahyu Sri Mulyani, berdampak banjir rob di sejumlah daerah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati selain merendam puluhan desa juga akan mengganggu berbagai kegiatan warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa secara terpisah mengatakan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 27 daerah di Jawa Tengah pada Kamus (13/11), sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi dilanda cuaca ekstrem, ungkap Ferry Oktarisa, yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Sedangkan daerah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Ferry Oktarisa Kamus (13/11). (H-2)
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved