Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno menilai Natas Parapuar di destinasi wisata Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan showcase budaya Manggarai.
"Natas Parapuar adalah ruang publik baru sekaligus showcase budaya Manggarai di Kawasan Pariwisata Terpadu Parapuar. Natas sendiri merupakan bahasa daerah (Manggarai) yang berarti halaman umum atau ruang publik tradisional masyarakat Manggarai,” kata Sandi, Sabtu, (10/8).
Natas dapat menjadi sumber, petunjuk, dan cerminan ciri khas budaya Manggarai. Rumah-rumah adat di Manggarai (Mbaru Gendang) menggunakan Natas untuk upacara adat, bermain, berkumpul, menari, dan bernyanyi. Kehadiran Natas Parapuar ini diharapkan dapat menjadi showcase untuk memperkenalkan budaya masyarakat Manggarai.
Baca juga : Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Eiger Hadir dengan Konsep Eco Store di Labuan Bajo
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh mengatakan Destinasi Parapuar didesain untuk menjadi landmark sekaligus sarana showcase kebudayaan Manggarai pada khususnya dan NTT pada umumnya. Salah satunya dimanifestasikan dengan adanya Natas Parapuar yang diharapkan dapat memberi gambaran kepada wisatawan tentang kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakat setempat.
"Harapannya dengan showcase kebudayaan ini, para wisatawan nantinya mendapat gambaran dan tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang kebudayaan kita dan berkunjung ke destinasi-destinasi lain di NTT, selain Labuan Bajo," Jelas Frans.
Frans menegaskan ke depan Natas Parapuar dapat menjadi penghubung antar komunitas yang bisa digunakan oleh lintas komunitas yang ada di Labuan Bajo Flores sebagai lokasi showcase kreativitas serta aktivitas wisata minat khusus. Di antaranya seperti yoga meditation, forest healing atau sekadar berswa foto untuk menikmati keindahan Labuan Bajo dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Baca juga : Menparekraf Sandiaga Uno Harap Golden Visa Dorong Investasi di Labuan Bajo
"Penggunaan kawasan ini sebagai lokasi kegiatan tertentu harus melalui prosedur yakni meminta izin kepada pihak BPOLBF dan tetap menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan di Natas dan sekitar Natas,” Jelas Frans.
Destinasi Terpadu Parapuar Labuan Bajo merupakan kawasan otoritas yang dikelola dengan prinsip keseimbangan ekologi lingkungan, budaya, dan sosial masyarakat.
Atraksi baru di Parapuar, baik itu atraksi alam, atraksi sosial, atraksi budaya, dan atraksi buatan akan mengedepankan asas keseimbangan ekologi lingkungan, budaya, dan sosial masyarakat.
Baca juga : Rekomendasi 6 Spot Wisata di NTT yang Wajib Kamu Kunjungi
Selain itu, ketersediaan amenitas dengan entitas lokal yang menyatu dengan alam juga dapat menambah daya tarik wisata karena akan menjadi sesuatu yang unik.
(Z-9)
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved