Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Cuaca Buruk, KSOP Kelas III Labuan Bajo Tutup Total Pelayaran ke Perairan Taman Nasional Komodo

Marianus Marselus
15/1/2026 13:05
Cuaca Buruk, KSOP Kelas III Labuan Bajo Tutup Total Pelayaran ke Perairan Taman Nasional Komodo
Ilustrasi(MI/Marianus Marselus)

KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.

Penutupan ini tertuang dalam Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo yang diterbitkan pada 14 Januari 2026, sebagai tindak lanjut atas informasi prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hasil pengamatan kondisi laut dari pos darat, serta laporan dari kapal-kapal yang beroperasi di perairan.

Dalam maklumat tersebut, KSOP menegaskan bahwa penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh kapal wisata, termasuk speedboat, ditutup sementara mulai 4 hingga 20 Januari 2026, atau sampai kondisi cuaca dinyatakan kembali aman berdasarkan informasi resmi BMKG.

“Sehubungan dengan adanya potensi cuaca ekstrem berdasarkan informasi prakiraan cuaca maritim BMKG, pengamatan laut dari pos darat, serta laporan kapal-kapal di perairan, maka penerbitan Surat Persetujuan Berlayar untuk seluruh kapal wisata termasuk speedboat ditutup sementara sampai cuaca membaik,” demikian kutipan dalam maklumat pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo.

Sebelumnya, KSOP Kelas III Labuan Bajo juga telah melakukan penutupan sementara pelayaran pada 12 hingga 14 Januari 2026, namun cuaca yang belum menunjukkan perbaikan signifikan membuat penutupan kembali diperpanjang hingga 20 Januari 2026.

KSOP mengimbau kepada seluruh nakhoda kapal agar memastikan kelayaklautan kapal, meningkatkan kewaspadaan, serta segera mencari perlindungan apabila terjadi cuaca buruk. 

Nakhoda juga diminta untuk memberikan informasi kepada kapal lain apabila mengetahui adanya bahaya cuaca di perairan.

Sementara untuk kapal-kapal yang masih berada di perairan diimbau untuk menyesuaikan pola pelayaran, berlabuh atau melakukan mooring di daerah yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat, serta memastikan mesin kapal dalam kondisi siaga.

KSOP juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Syahbandar atau Basarnas apabila kondisi cuaca semakin memburuk dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Maklumat pelayaran ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan penumpang, awak kapal, serta aktivitas pelayaran wisata, khususnya menuju kawasan perairan Taman Nasional Komodo selama periode cuaca ekstrem. (MM/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya