Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pelayaran ke Pulau Komodo dan Padar Ditutup, Prioritas Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Marianus Marselus
27/12/2025 15:31
Pelayaran ke Pulau Komodo dan Padar Ditutup, Prioritas Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Tim SAR gabungan bersiap melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, NTT, Sabtu (27/12/2025).(Dok. Istimewa)

KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo resmi menutup seluruh aktivitas pelayaran menuju perairan Pulau Komodo dan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/12). Penutupan ini dilakukan menyusul insiden kapal tenggelam pada Jumat (26/12) malam.

 

Akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah, empat WNA Spanyol belum ditemukan. Totalnya kapal tersebut, mengangkut 11 orang, termasuk dua WNA Spanyol lainnya, empat kru dan satu pemandu wisata.

 

‎‎Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan keputusan penutupan pelayaran tujuan Pulau Komodo dan Pulau Padar itu diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Penutupan pelayaran diberlakukan melalui penerbitan Notice to Mariners sejak Jumat malam.

‎“Setelah berkoordinasi dengan semua unsur dan BMKG, tadi malam kami mengeluarkan Notice to Mariners untuk menutup semua pelayaran ke Komodo dan Padar. Tujuannya pertama agar proses pencarian dan evakuasi berjalan aman, dan kedua untuk menjaga keselamatan kapal-kapal lainnya,” ujar Stephanus.

‎Ia menegaskan, KSOP tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada kapal yang tetap nekat berlayar dan mengabaikan peringatan tersebut.

 

‎Dalam mendukung operasi pencarian, Balai Taman Nasional Komodo bersama Padar Heritage Convention telah menyiapkan shelter penginapan di Pulau Padar. Fasilitas ini disiapkan untuk tim SAR gabungan apabila cuaca memburuk dan tidak memungkinkan kembali ke Labuan Bajo.

‎Sementara itu, Kepala BMKG Labuan Bajo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa tenggelamnya KM Putri Sakinah diduga kuat disebabkan oleh gelombang alun (swell) atau gelombang kiriman.

‎“Pada saat kejadian, angin tidak dalam kondisi kuat. Namun, gelombang swell berasal dari pusat badai di wilayah lain. Ketika gelombang tersebut masuk ke perairan sempit seperti di kawasan kepulauan kita, ketinggian punggung gelombang bisa meningkat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Maria. ‎Ia menambahkan, kondisi gelombang swell berpotensi terjadi sewaktu-waktu pada pola cuaca saat ini di kawasan Taman Nasional Komodo.

‎Diketahui sebelumnya, kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/12) malam. ‎Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Edy Suryono, menyebutkan dari total penumpang, tujuh orang berhasil selamat, sementara empat penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

‎“Pencarian sempat dilakukan selama kurang lebih tiga jam di titik lokasi hilang awal. Namun badan kapal tidak terlihat karena gelombang tinggi mencapai dua meter,” kata Edy, Sabtu (27/12). ‎Hingga kini, operasi SAR gabungan masih terus dilakukan (M-1).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik