Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA tragedi tenggelamnya kapal wisata KLM Putri Sakinah, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Polda NTT, memperketat pengamanan di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo, Sabtu (10/1). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga rasa aman wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Pengamanan difokuskan pada aktivitas pelayaran kapal-kapal wisata yang melayani rute menuju Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), salah satu tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Personel gabungan dari Satpolairud dan Satpamobvit Polres Manggarai Barat diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau pergerakan kapal, memeriksa kesiapan pelayaran, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan dipatuhi oleh operator kapal.
Sebanyak 587 orang wisatawan melakukan perjalanan laut menggunakan 56 unit kapal wisata, sejak Sabtu (10/1) pagi, didominasi oleh kapal pinisi dan speedboat yang mengangkut wisatawan asing menuju kawasan TNK.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan kehadiran aparat kepolisian di kawasan pelabuhan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan laut.
“Tujuan utama pengamanan ini adalah memastikan seluruh prosedur keselamatan dipatuhi oleh penyedia jasa wisata bahari, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan,” ujar AKBP Christian Kadang.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Marina Waterfront merupakan salah satu pintu gerbang utama pariwisata Labuan Bajo yang setiap harinya dipadati wisatawan. Karena itu, pengawasan ketat menjadi keharusan agar aktivitas wisata laut berlangsung tertib dan aman.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal. Mulai dari kewajiban penggunaan life jacket, pengecekan data manifes penumpang, hingga memastikan kapasitas kapal tidak melebihi batas yang ditentukan.
Dengan pendekatan humanis namun tegas, petugas memastikan tidak ada pelanggaran aturan pelayaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Dengan pengawasan rutin seperti ini, kami berharap wisatawan merasa lebih tenang saat melakukan penyeberangan,” kata AKBP Kadang.
Tak hanya aspek keamanan, kepolisian juga memantau kelaikan teknis kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta kepatuhan operator terhadap regulasi pelayaran. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah insiden yang dapat merugikan wisatawan dan mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo.
Polres Manggarai Barat juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, seperti KSOP Kelas III Labuan Bajo, TNI AL, Basarnas, serta agen perjalanan wisata, guna memastikan layanan wisata bahari berjalan profesional dan berkelanjutan.
“Pengawasan ini tidak hanya dilakukan saat akhir pekan atau hari libur, tetapi juga pada hari-hari biasa karena aktivitas pelabuhan selalu padat,” tambah Kapolres.
Selain itu, dinamika arus laut dan kondisi geografis perairan TNK turut menjadi perhatian khusus. Satpolairud Polres Mabar secara rutin memantau informasi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.
AKBP Kadang mengimbau wisatawan dan pelaku pariwisata untuk selalu mematuhi arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan akan mendukung ekosistem wisata bahari yang aman dan berkelanjutan di Labuan Bajo,” tutupnya.(H-2)
Peran pemerintah dalam menjamin aspek keselamatan yaitu dengan adanya regulasi bidang keselamatan pelayaran yang telah diadopsi dari peraturan yang dikeluarkan oleh IMO.
Moda angkutan penyeberangan melayani masyarakat dalam bentuk kapasitas super massal dan standar keamanan yang tinggi.
Kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran menjadi momentum penting untuk mengapresiasi peran dan kontribusi para pelaut dalam perekonomian nasional dan internasional.
BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di Perairan Wakatobi, Menui Kendari, Baubau dan Laut Banda Timur, Sulawesi Tenggara.
BMKG Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah jalur penyeberangan di Bali yang mencapai 2,5 meter.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved