Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Putri Sakinah telah resmi ditutup. Namun, sejumlah perwakilan keluarga korban memilih tetap bertahan di Labuan Bajo, NTT, menunggu kemungkinan ditemukannya satu anak laki-laki dari Pelatih tim wanita Valencia Fernando Martin yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengatakan keputusan keluarga untuk tetap berada di Labuan Bajo didorong oleh keyakinan bahwa harapan masih ada.
“Keluarga masih berharap. Mereka bertahan dengan keyakinan mungkin saja ada nelayan atau kapal wisata yang menemukan anak Fernando,” ujar Budi, Sabtu (10/1)). Selama berada di Labuan Bajo, Budi mendampingi keluarga korban.
Menurut Budi, keluarga memahami bahwa prosedur operasi SAR memang memiliki batas waktu dan telah diperpanjang hingga tiga kali. Namun, penghentian pencarian resmi tidak serta-merta mengakhiri penantian keluarga.
“Mereka paham operasi SAR harus ditutup, tetapi secara batin, harapan itu masih hidup,” katanya.
Perwakilan keluarga yang bertahan di Labuan Bajo sebelumnya mengikuti seremonial penutupan operasi SAR di Pelabuhan Marina. Suasana duka tampak jelas dari raut wajah mereka.
Salah satu anggota keluarga terlihat tertunduk lama saat Bupati Manggarai Barat menyampaikan belasungkawa, kemudian menandatangani berita acara penutupan operasi SAR dokumen yang menyatakan satu anak keluarga mereka masih hilang. Setelahnya, ia menyalami satu per satu ratusan personel SAR gabungan.
Pelukan dan air mata mengiringi perpisahan itu. Sebagian anggota keluarga Fernando lainnya telah kembali ke Spanyol. Namun, beberapa orang memilih tetap tinggal di Indonesia, memantau setiap kabar dari laut, berharap suatu saat ada nelayan atau warga yang membawa berita tentang anak yang mereka cari.
KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat malam (26/12/2025), sehari setelah Natal. Kapal tersebut ditumpangi enam orang dari keluarga Fernando.
Dalam insiden itu, istri Fernando dan anak bungsunya berhasil selamat, bersama nakhoda dan anak buah kapal. Sementara Fernando, putrinya yang berusia 12 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia. Satu anak laki-laki lainnya berusia 9 tahun hingga dinyatakan hilang. (H-4)
TIM SAR Gabungan mengintensifkan pencarian pelatih Valencia Fernando Martín Carreras dan dua anaknya, korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di Labuan Bajo, penyelam asing turut dilibatkan
KAPAL Negara (KN) Puntadewa 250 menjadi unsur utama dalam operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan sekitar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT
Pelaksanaan Jumat Agung di Labuan Bajo tahun ini kembali diwarnai kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui program Silentium Magnum
PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti ketimpangan serius dalam sebaran kunjungan wisatawan di destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo.
PERSIDANGAN kasus tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah mengungkap fakta-fakta baru. Salah satu korban selamat, Andrea Ortuno, memberikan kesaksian penting.
RENCANA pembatasan kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1.000 orang per hari yang akan diberlakukan mulai April 2026 memicu beragam tanggapan
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan kamar dalam kondisi rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan maupun perlawanan.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved