Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KN Puntadewa Milik Basarnas Diterjukan Cari Korban KM Putri Sakinah

Palce Amalo
31/12/2025 11:32
KN Puntadewa Milik Basarnas Diterjukan Cari Korban KM Putri Sakinah
KN Puntadewa 250/Foto: Kantor SAR Maumere  dan KN Antareja 233(Dok. Kantor SAR Kupang )

KAPAL Negara (KN) Puntadewa 250 menjadi unsur utama dalam operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan sekitar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kapal milik Basarnas ini berperan penting sebagai kapal induk dalam misi pencarian yang melibatkan belasan unsur SAR gabungan.

KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada 26 Desember malam, dengan sejumlah penumpang, termasuk warga negara Spanyol, dinyatakan hilang. 

Hingga hari keenam pencarian, Rabu (31/12), operasi SAR terus dilakukan dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian dan jalur arus laut.
  
"KN Puntadewa 250 memiliki tugas strategis dalam operasi SAR laut, antara lain mendrop tim penyelam serta berfungsi sebagai kapal induk bagi unsur-unsur laut lainnya yang terlibat dalam pencarian," kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman

Kapal ini menjadi pusat koordinasi di laut, sekaligus mendukung pergerakan kapal-kapal kecil yang melakukan penyisiran dan pencarian visual.

KN SAR Puntadewa 250 merupakan kapal SAR kelas II yang memperkuat Kantor SAR Maumere sejak 2021. Kapal ini memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 7 meter, dirancang untuk operasi cepat dan fleksibel di wilayah perairan Flores, Selat Larantuka, hingga kawasan Taman Nasional Komodo.

Dalam operasi pencarian KM Putri Sakinah, KN Puntadewa 250 dikerahkan bersama sejumlah alat utama SAR gabungan, antara lain RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KN SAR Puntadewa, KNP Grantin, Speed Patroli KSOP Labuan Bajo, RBB KSOP Labuan Bajo, Kapal Cepat Patroli Polairud, dua unit RIB Polairud Polda NTT, RBB Lanal Labuan Bajo 500 PK, Sea Rider KP Ibis 115 PK, Sea Rider milik pemilik kapal, serta RBB Gakkum.

Selain penyisiran permukaan, tim SAR gabungan juga mengoptimalkan pencarian bawah air dengan melibatkan penyelam serta pemantauan arus laut untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran korban.

Di Kupang, Basarnas juga mengoperasikan KN SAR Antareja 233. Kapal ini memperkuat SAR Kupang sejak November 2015 dan merupakan kapal SAR berukuran besar dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 7,80 meter.

KN Antareja dirancang untuk operasi SAR jarak jauh dan berkepanjangan di laut lepas, serta kerap difungsikan sebagai pos komando terapung dalam operasi berskala besar di perairan selatan NTT, Laut Sawu, hingga wilayah perbatasan.

Keberadaan KN Puntadewa 250 di Maumere dan KN Antareja di Kupang menjadi tulang punggung kesiapsiagaan SAR laut di Nusa Tenggara Timur, wilayah kepulauan dengan tingkat risiko kecelakaan laut yang tinggi. Kedua kapal tersebut diharapkan mampu mempercepat respons dan meningkatkan peluang penyelamatan dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan di laut. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya