Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 15 insiden kecelakaan kapal wisata dilaporkan terjadi di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2024 hingga akhir Desember 2025 akibat cuaca ekstrem serta kegagalan teknis.
Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 8 insiden besar, dengan catatan khusus bahwa hingga Juni 2024 saja sudah terjadi 7 kecelakaan kapal, termasuk kapal tenggelam, di kawasan ini. Sementara itu, sepanjang tahun ini setidaknya ada 6 insiden utama kapal tenggelam di perairan tersebut. Pihak kepolisian Manggarai Barat mencatat sudah ada 5 kejadian dalam periode Januari hingga Juli 2025. Insiden terbaru terjadi pada Jumat (26/12) malam. KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar dan hingga kini 4 WNA Spanyol belum ditemukan.
Berikut adalah 8 insiden kecelakaan kapal yang dihimpun tim redaksi Media Indonesia:
|
Nama Kapal |
Waktu Kejadian |
Penyebab Kecelakaan |
|
KM White Pearl |
5 April 2024 |
Kebocoran lambung saat cuaca buruk. |
|
KM Budi Utama |
22 Juni 2024 |
Terseret arus dan hantaman gelombang. |
|
KM Hancur Karena Hobi 02 |
22 Juni 2024 |
Cuaca buruk di perairan Pulau Padar. |
|
KM Monalisa 1 |
8 Agustus 2024 |
Gelombang tinggi (karam). |
|
KM Maheswari |
12 Oktober 2024 |
Kebakaran mesin. |
|
KM Raja Bintang 02 |
22 Maret 2025 |
Terbalik akibat angin kencang. |
|
KM Wafil Putra |
14 Mei 2025 |
Kebocoran saat berlayar. |
|
KM Putri Sakinah |
26 Desember 2025 |
Kegagalan mesin dan cuaca ekstrem. |
Kronolis Tenggelamnya KM Putri Sakinah
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Putri Sakinah membawa 11 orang di atas kapal (POB) saat berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar untuk melanjutkan perjalanan wisata sekitar pukul 20.00 Wita. Namun, sekitar 30 menit kemudian, kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam.
Dari total penumpang dan awak kapal, tujuh orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke Labuan Bajo. Korban selamat terdiri dari dua WNA asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu orang pemandu wisata. Sementara itu, empat WNA Spanyol lainnya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan. (Berita ini dibuat dengan bantuan AI/M-1)
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas operasi pencarian terhadap dua korban kecelakaan kapal KM Putri Sakinah yang maih hilang.
TIM SAR Gabungan pada operasi pencarian hari ke-11, Senin (5/1), kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah memfokuskan upaya pencarian dengan mengerahkan teknologi Multi Beam Sonar.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Insiden kecelakaan kapal yang menimpa kapal semi pinisi KM Putri Sakinah kembali membuka persoalan serius dalam tata kelola keselamatan wisata bahari di Indonesia.
Kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo merupakan akumulasi dari kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih mengejar citra dan angka kunjungan dibandingkan aspek keselamatan manusia.
UPAYA pencarian terhadap korban kapal tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah terus diperkuat dengan menerjunkan penyelam profesional warga negara asing (WNA).
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Putri Sakinah telah resmi ditutup. Namun, sejumlah perwakilan keluarga korban memilih tetap bertahan di Labuan Bajo, NTT
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo resmi membuka kembali pelayaran wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo mulai Jumat, 9 Januari 2026.
Saat ini sekitar 90% wisatawan yang datang ke Labuan Bajo melakukan aktivitas di laut, mulai dari menyelam, snorkeling, hingga wisata bahari lainnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved