Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

14 Migran Tewas Usai Tabrakan dengan Kapal Penjaga Pantai Yunani

Thalatie K Yani
04/2/2026 06:52
14 Migran Tewas Usai Tabrakan dengan Kapal Penjaga Pantai Yunani
Sedikitnya 14 migran tewas setelah kapal cepat yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal Penjaga Pantai Yunani di lepas pantai Pulau Chios. (BBC)

TRAGEDI kemanusiaan kembali terjadi di perairan Aegea. Sedikitnya 14 migran dilaporkan tewas setelah kapal cepat yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal Penjaga Pantai Hellenic di lepas pantai Pulau Chios, Yunani, Selasa (3/2) malam waktu setempat.

Otoritas Yunani menyatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di wilayah Mersinidi, dekat desa Vrontades. Menurut keterangan resmi, tabrakan terjadi saat kapal penjaga pantai sedang melakukan pengejaran terhadap kapal cepat tersebut yang dianggap melakukan manuver berbahaya di Selat Chios.

Operasi Penyelamatan Besar-besaran

Hingga Selasa malam, tim SAR gabungan yang melibatkan empat kapal penjaga pantai, satu helikopter, serta penyelam sipil masih terus menyisir lokasi kejadian. Meski 26 orang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke rumah sakit di Chios, jumlah pasti penumpang di dalam kapal cepat tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan laporan penyiar negara Yunani, ERT, di antara korban luka terdapat tujuh anak-anak, seorang perempuan hamil, dan dua petugas penjaga pantai. Awalnya, otoritas melaporkan empat kematian, namun jumlah tersebut melonjak setelah sepuluh jenazah tambahan ditemukan pada pukul 23.00 waktu setempat.

Hingga saat ini, pihak penjaga pantai belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab pasti maupun kronologi detail yang memicu benturan fatal tersebut.

Sorotan Terhadap Kebijakan Migrasi Yunani

Insiden ini menambah panjang daftar tragedi di jalur migrasi menuju Eropa. Yunani telah lama menjadi titik transit utama bagi migran dan pengungsi dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Athena memperketat kebijakan suaka dan patroli laut secara signifikan.

Langkah tegas ini kerap mendapat sorotan internasional. Yunani sebelumnya pernah berada di bawah pengawasan ketat setelah insiden kapal karam tahun 2023 yang menewaskan ratusan orang. Saat itu, beberapa saksi mata menuduh penjaga pantai mencoba menarik kapal migran tersebut sebelum akhirnya terbalik.

Bahkan, badan perbatasan Uni Eropa tahun lalu menyatakan tengah meninjau 12 kasus potensi pelanggaran hak asasi manusia oleh Yunani, termasuk tuduhan pengusiran paksa (pushback) terhadap pencari suaka. Namun, pemerintah Yunani secara konsisten membantah telah melakukan pelanggaran HAM atau tindakan pengusiran tersebut di perbatasan mereka. (BBC/Al Jazeera/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya